Lapas Tangerang Terbakar
Tewas Mengenaskan, Ini Status Terakhir Napi Lapas Tangerang 1 Jam Sebelum Kebakaran : Kangen Pulang
Sebanyak 41 Napi di Lapas Kelas I tewas dalam musibah kebakaran Rabu (8/9/2021). Seluruh korban tewas dibawa ke RS Polri Kramatjati untuk diautopsi.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Tepat pukul 12 malam, narapidana Petra Eka alias Etus membuat status di Instagram.
Status tersebut merupakan status terakhirnya sebelum Etus menjadi satu di antara 41 korban kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Rabu (8/9/2021) dini hari.
Angeline, tante korban menceritakan soal status Instagram yang dibuat Etus.
Dalam pesannya, Angeline menyebut keponakannya itu kangen ingin pulang.
"Dia bikin status di Instagram, jam 12 tadi malam. 'Kok rasanya pengen pulang ya, kangen rumah'," kata Angeline meniru pernyataan Etus dalam status Instagramnya, saat mendatangi posko antemortem RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (8/9/2021).
"Enggak tahunya dia pulang ke rumah Bapak gitu," sambungnya.
Etus merupakan salah satu dari 122 narapidana yang menghuni Blok C2 tempat kebakaran terjadi.
Etus juga menjadi korban dari peristiwa kebakaran maut tersebut.
Dikutip dari Tribunnews.com, Angeline mengungkap komunikasi terakhirnya dengan Etus.
Tepatnya pada 4 September 2021 lalu, Angeline dan keluarga baru menghubungi Etus via video call.
Saat itu, tak ada firasat nasib nahas bakal menimpa Etus.
"Tanggal 4 kemarin kita video call. Karena engga boleh dikunjungi," tuturnya.
Informasi terkait kebakaran, lanjut Angeline, diterima keluarga dari pemberitaan media.
Sampai pagi sejak kebakaran itu terjadi, Angeline dan keluarga masih menunggu informasi yang pasti.
Hingga akhirnya memutuskan untuk mendatangi Lapas karena mendapati perasaan yang tak enak.
Baca juga: Tangis Pilu Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang, Kakak Ingin Makamkan Jasad Adiknya di Bogor
"Dari berita juga dikasih kabar yang udah nonton berita duluan, yaudah kita staytune,"
"Tapi karena firasat enggak enak langsung pergi aja ke Tangerang, mulai dari pagi langsung ke sana," ucapnya.
Angeline bercerita, Etus telah menjalani hukuman penjara sejak 4 tahun lamanya.
Menurut jadwal, Etus akan bebas pada bulan Februari.
Hanya saja nasib berkata lain, keponakannya yang dipidana karena terjerat narkotika itu harus menjadi korban dalam insiden kebakaran ini.
"Di dalam Lapas sudah hampir 4 tahun ya, nanti bulan Februari mau keluar, mau pulang,"
"Ternyata enggak pulang ke rumah," kata Angeline sambil menahan tangis.
Baca juga: Video Call Terakhir Napi Lapas Tangerang Sebelum Tewas Terbakar, Rindu Adik, Rencana Menikah Kandas
"Februari ini pokoknya dia keluar karena udah dapet ya potongan remisi," ucapnya menambahkan.
Angeline menyebut, Etus sudah menjalani hukuman dengan berpindah-pindah Lapas.
Hanya saja di Lapas Tangerang, Etus menjalani hukuman paling lama.
"Pertama awal di Cipinang, terus dipindahin ke Tanggerang, di Cipinang itu cuma beberapa saat aja enggak sampai satu tahunan, selebihnya di Tanggerang,"
"Jadi di Tanggerang itu ya sudah cukup lama, di blok C itu," ujar Angeline sambil sesekali mengusap air mata.
Berharap ada pemeriksaan mendalam
Dengan adanya insiden kebakaran ini, Angeline berharap keseriusan dari pemerintah dalam melakukan pemeriksaan.
Yang dibutuhkan keluarga, kata Angeline, adalah keterangan yang jelas dari kepolisian untuk mengetahui penyebabnya.
Ia menyayangkan sistem penahanan yang ada saat ini dinilainya sudah over kapasitas terlebih untuk tahanan perkara narkotika.
"Sudah tahu kapasitas di dalam penjara tidak memenuhi (ketentuan), keluarga kita dibina di sana, berharap dijamin keselamatannya,"
"Berharap pulang dengan selamat juga tapi pulang dengan mayat. Itu saja sih," kata dia.

Guna mempercepat proses identifikasi, Angeline menyebut kini dia bersama keluarga Etus lainnya telah menyerahkan sejumlah data ke Posko Antemortem yang dibuka oleh RS Polri.
Dengan begitu Angeline berharap agar pihak DVI RS Polri bisa dapat segera mengidentifikasi Etus.
"Semuanya (sudah diserahkan) untuk rekam gigi, rontgen apa, untuk keperluan forensik udah diserahin,"
"Jangan sampai satu minggu hasilnya terlarut-larut,"
"Kalau udah tau kabar kematian ya bisa kita bawa pulang secepatnya malah hari ini juga begitu," ujar Angeline.
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Tepat Pukul 12 Malam, Napi Korban Lapas Tangerang Bikin Status Terakhir: Pengen Pulang, Kangen Rumah