Terancam Digusur Sentul City, Ini Suasana Rumah Rocky Gerung di Bogor

rumah Rocky Gerung ini tidak begitu terlihat dari luar gerbang karena tertutup rimbunnya tumbuhan dan pohon-pohon pinus yang mengelilinginya.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Rumah Rocky Gerung yang terancam dibongkar di kawasan Sentul, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BABAKAN MADANG - Rocky Gerung dikabarkan mendapat surat somasi dari Sentul City dan diminta untuk segera mengosongkan rumahnya di kawasan Sentul Bogor.

Rumah Rocky Gerung ini berlokasi di Jalan Gunungbatu, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Pantauan TribunnewsBogor.com, Jumat (10/9/2021), dilihat selintas dari jalan, rumah Rocky Gerung ini tampak tertutup rapat.

Pintu gerbang dan pagar tampak juga dilapisi fiber hitam ditambah pepohona  rimbun yang turut memagari area rumah tersebut.

Terpantau, rumah Rocky Gerung ini tidak begitu terlihat dari luar gerbang karena tertutup rimbunnya tumbuhan dan pohon-pohon pinus yang mengelilinginya.

Kecuali atap genteng warna oranye yang sedikit terlihat dari jauh.

Posisi rumah tersebut tampak di area lereng perbukitan dan lokasinya berada di area bawah.

"Rumahnya di dalam, cuman memang selewat kayak gak ada rumah di sana, gak begitu kelihatan dari luar," kata salah satu warga sekitar, Mamat (45) kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (10/9/2021).

Di sana juga terpantau ada dua saung atau balai kecil terbuat bambu beratap semacam jerami.

Untuk akses masuk, di sana juga terlihat ada tangga setapak menurun dan berkelok dilengkapi pembatas bambu yang diberi hiasan pot tanaman dan lampu besar.

Ketua RT setempat, Hazarul Azwar mengatakan bahwa Rocky Gerung sudah cukup lama punya rumah di kawasan tersebut.

"Sudah dari sekitar tahun 2009 kalau gak lama, udah lama sih," kata Hazarul Azwar.

Namun, kata dia, Rocky Gerung tidak setiap hari tinggal di rumah tersebut.

Rocky Gerung tak sadar kamera sudah menyala saat membicarakan soal Rektor UI, Najwa Shihab sampai menawarkan pilihan untuk meralat ucapannya
Rocky Gerung tak sadar kamera sudah menyala saat membicarakan soal Rektor UI, Najwa Shihab sampai menawarkan pilihan untuk meralat ucapannya (Youtube Najwa Shihab)

Termasuk tidak terlalu sering bercengkrama dengan warga setempat.

"Kebetulan kan dia orangnya sibuk terus," ungkap Hazarul.

Melansir Tribunnews.com, Rocky menyebut PT Sentul City telah menyerobot kepemilikan tanah yang sudah dibelinya secara sah.

Ia pun yakin bisa menyelesaikan persoalan tanah tersebut dengan mudah.

Jika menggugat balik perusahaan pengembang itu, ia akan menggugat sebesar Rp 1 triliun.

Nominal itu diukur Rocky dari banyaknya kenangan di rumah itu, yang pernah dikunjungi beberapa tokoh nasional, seperti Fadli Zon, Fahri Hamzah hingga aktivis lainnya.

"Kalau saya gugat balik, saya gugat Rp 1 Triliun. Dan Rp 1 ( satu rupiah) itu hak biaya materialnya. "

"Harga immaterialnya yang Rp 1 Triliun karena di situ akan banyak memori percakapan intelektual, banyak kenangan," ucap Rocky, dikutip dari tayangan YouTube-nya, Jumat (10/9/2021).

Menurutnya, rumah itu sangat berharga dari sisi kenangannya.

Bahkan, kata Rocky, sejumlah tokoh yang pernah datang, ingin kembali lagi mengunjungi rumahnya.

"Itu kan harga materiilnya apa sih, saya kumpulin barang bekasi di situ dan kemudian menjadi unik."

"Kalau dianggap mewah, kemewahan itu ada di dalam cara kita menikmati rumah."

"Rumah itu suasana. Semua orang yang ke situ selalu ingin kembali ke situ," katanya.

Tak sendirian, ancaman penggusuran itu juga menimpa hunian milik warga sekitar rumah Rocky.

Bahkan, sudah ada beberapa rumah milik tetangga yang dirobohkan.

"Udah dari seminggu lalu. Udah ada 10 rumah yang digusur. Itu sebetulnya satu lembah diklaim sama Sentul City," ujarnya,

Kasus ini mengingatkan Rocky terhadap insiden serupa yang juga menimpa masyarakat lain.

Menurutnya, polemik kepemilikan tanah ini memperlihatkan kondisi Indonesia terjadi ketimpangan penguasaan tanah yang merampas haknya sebagai rakyat.

"Ini satu paket yang memperlihatkan ketimpangan penguasaan tanah luar biasa. "

"Udah punya tanah segede-gede gitu, merampas hak rakyat yang sekedar punya lahan kecil," ucap Rocky.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved