Breaking News:

Pemkot Bogor Sabet Penghargaan Peringkat III BKN Award 2021

Bima Arya menegaskan, melesatnya pegawai hingga ke 'puncak' bukan didasari faktor-faktor non teknis atau kedekatan, tetapi betul - betul karena sistem

Editor: Soewidia Henaldi
istimewa/Pemkot Bogor
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berhasil meraih penghargaan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Award 2021 Peringkat III Tingkat Nasional Kota Tipe A dalam penilaian indeks NSPK (Norma, Standar, Perilaku dan Kriteria) Manajemen ASN Kategori pengawasan dan pengendalian. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berhasil meraih penghargaan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Award 2021 Peringkat III Tingkat Nasional Kota Tipe A dalam penilaian indeks NSPK (Norma, Standar, Perilaku dan Kriteria) Manajemen ASN Kategori pengawasan dan pengendalian.

Piagam penghargaan secara langsung diberikan Kepala Kantor Regional III BKN, Tauchid Djatmiko kepada Wali Kota Bogor, Bima Arya di Paseban Suradipati, Balai Kota Bogor, Jumat (10/9/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bogor, Bima Arya menyampaikan beberapa hal yang selalu diikhtiarkan Pemkot Bogor terkait kepegawaian, pembinaan dan penguatan kelembagaan.

Bima Arya menegaskan, melesatnya pegawai hingga ke 'puncak' bukan didasari faktor-faktor non teknis atau kedekatan, tetapi betul - betul karena sistem yang telah dibangun.

"Hal yang lebih menantang adalah membangun pengertian yang sama dengan semua. Karenanya dibutuhkan kebijaksanaan yang pas ketika ingin melakukan penyesuaian-penyesuaian. Salah satunya dengan bertukar pikiran dengan jajaran internal, mulai dari Wakil Wali Kota, Sekda dan kepala perangkat daerah lainnya,” katanya.

Dia menjelaskan, mengenai pembinaan pegawai terkait peningkatan kapasitas teknis, pembangunan karakter, melayani dengan hati, mendorong untuk berkreasi dan pembinaan dilakukan secara out of the box, sehingga tidak hanya terpaku bimbingan teknis (bimtek), kursus atau apapun yang bersifat formil, tetapi tetap dilakukan secara sistematis dan terkonsep.

Hal-hal tersebut diakui Bima Arya telah dilakukannya sejak 7 tahun yang lalu, sehingga diharapkan di internal memiliki gairah untuk melayani masyarakat semakin tinggi.

Sedangkan untuk penguatan kelembagaan, Bima Arya menjelaskan terkait aturan, reward dan punishment, termasuk semua perangkat aturan atau payung hukum yang menjadi landasan dalam melakukan pembinaan, baik promosi, mutasi maupun rotasi.

“Saya ingin meninggalkan legacy (warisan) dalam bentuk sistem yang kuat,” tegasnya.

Hal lain disampaikannya, bahwa di tengah masa pandemi Covid-19 penerapan sistem tunjangan dievaluasi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved