Didesak Mundur, Ketua KPI Ngaku Ingin Jadi Presiden, Komika Kemal Palevi Berseloroh : Bapak Sehat?
tagar #bubarkanKPI pun jadi trending topik di Twitter, sejumlah komika seperti Uus dan Kemal Palevi bersuara sentil Agung Suprio selaku Ketua KPI
Penulis: Uyun | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Di media sosial, nama Ketua KPI Agung Suprio dan lembaga Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sedang viral.
Bahkan, bubarkan KPI menjadi trending di nomor 1 Twitter.
Tak hanya itu, Ketua KPI Agung Suprio pun didesak mundur dari jabatannya akibat pernyataan-pernyataannya yang cukup kontroversial.
Apalagi setelah kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum pegawai KPI hingga tanggapan kasus Saipul Jamil yang didesak untuk diboikot dari TV.
Komika Uus hingga Kemal Palevi rupanya juga ikut menyampaikan pendapatnya terkait kiprah Ketua KPI, Agung Suprio.
Hal tersebut disampaikan Uus di akun Twitternya yang telah terverifikasi.
Di laman Twitternya, komika Uus mendesak agar lembaga KPI segera dibubarkan.
"Yuk, KPI bubar yuk," tulis komika Uus di laman Twitternya.
Setelah itu, tagar #bubarkanKPI pun menggelora di Twitter hingga jadi trending topik.
Baca juga: Buntut Kasus Saipul Jamil dan Skandal Seks Pegawai, KPI Didesak Dibubarkan, PSI : Sudah Gak Ada Guna
Lantas, netizen pun ada yang sengaja berkomentar di laman Instagram Agung Suprio, sang ketua KPI.
"Bang, kapan mundur jadi Ketua KPI?" tanya netizen.
Didesak untuk mundur, Agung Suprio sang Ketua KPI justru tanggapi santai.
"Saya mau maju jadi presiden," jawab Agung Suprio.
FOLLOW:
Baca juga: Tolak Tawaran Jadi Menteri Jokowi, Hotman Paris Ungkap Posisi Penting di Pemerintahan : Lebih Bebas
Melihat jawaban sang Ketua KPI, netizen langsung beramai-ramai membalas dengan tanggapan menohok.
"Malah mau jadi presiden. Astaga, entah apa yang merasukimu," tulis netizen.
"Gak salah mau terus maju? Mental cuma segitu mau maju terus," tambah yang lain.
"Naudzu billahi min dzalik. Mau memperburuk negeri ini lagi pak?" seloroh netizen lain.

Tak puas, netizen lain membombardir Ketua KPI untuk lekas mundur dan KPI dibubarkan.
"Bubarin KPI gak sih pak. Kan gak guna," desak netizen.
Kembali, Agung Suprio membalasnya dengan selorohan.
"Yang udah bubar itu PKI, bukan KPI," tegas Agung Suprio.
Baca juga: Bambang Trihatmodjo Dikejar Utang Puluhan Miliar, Mayangsari Posting Ini Bareng Suami : Aku Temenin
Melihat balasan-balasan dari Agung Suprio, komika Kemal Palevi beri sindiran.
Ia menyindir ketua KPI sedang tidak sehat dan tak layak duduk di jabatan.
“Yang terhormat, Bapak Ketua KPI, sehat? Dari balasan Bapak di kolom komentar Instagram, dan dari berita yang akhir-akhir ini saya baca, kok kayak mengkhawatirkan ya?
Kalau lagi nggak sehat, mending mundur atuh pak,” kata Kemal Pahlevi, dikutip Minggu (12/9/2021).
Dia berseloroh kalau peduli dengan kesehatan ketua KPI.

Karenanya, ia mendesak KPI untuk segera menuntaskan kasus ini.
“Bukannya gimana-gimana Pak, cuma saya itu peduli aja sama kesehatan Bapak.
Tolong diselesaikan sesegera mungkin ya kasus pelecehan ini @kpipusat,” ujar Kemal Palevi.
"Kasus ini dipantau seluruh Indonesia lho. Semoga ada titik terang," tambah Kemal Palevi.
"Sekalian KPInya juga dong bir keren," balas netizen dengan tanggapn menohok.
Setelah terus diseruduk netizen, laman Instagram Agung Suprio sang Ketua KPI kini digembok.
Baca juga: Curigai Mobil Goyang, Petugas Kaget Lihat Aksi Youtuber Tak Pakai Celana Dalam, Kondom Jadi Bukti
Ketua KPI Disorot soal aksinya di Mata Najwa
Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Agung Suprio terus menuai sorotan.
Setelah membolehkan Saipul Jamil yang merupakan bekas narapidana kasus pencabulan bocah tampil di televisi khusus untuk program edukasi, kali ini Agung disorot lantaran 'kabur' saat diundang ke acara talkshow Mata Najwa.
Agung mendadak meninggalkan studio saat pengacara pegawai KPI yang menjadi korban pelecehan seksual sedang berbicara. Hal ini diungkapkan oleh Najwa Shihab yang merupakan host acara Mata Najwa melalui akun Instagram-nya pada Kamis (9/9/2021).
Namun, Najwa Shihab tidak menjelaskan apa yang menjadi penyebab Agung menolak berdialog dengan pengacara dan meninggalkan studio secara tiba-tiba.

"Ketua KPI tadi malam sudah hadir di studio Mata Najwa, bahkan sdh siap naik panggung tapi tiba2 menolak berdialog ketika pengacara MS, korban di KPI sedang berbicara dan langsung keluar meninggalkan studio," tulis Najwa di kolom komentar unggahannya mengenai kasus pelecehan seksual di KPI.
Karena mendadak meninggalkan studio, Agung Suprio pun batal berdialog dengan Najwa dan pihak pengacara korban serta LBH Apik.
Dalam acara tersebut, Najwa Shihab membahas soal korban yang akhirnya dilaporkan dengan tuduhan pencemaran nama baik.
Baca juga: Pemerintah Siapkan Perubahan Status Pandemi Menjadi Endemi, Vaksinasi Covid-19 Bakal Dipercepat
Terkait kaburnya Agung Suprio dari acara Mata Najwa pada Rabu (8/9/2021) malam itu menurut akademisi Algooth Putranto karena yang bersangkutan lupa isi P3SPS dan lari dari tanggungjawab.
“Kalau benar beliau kabur, mungkin beliau lupa isi P3SPS tentang Program Siaran Jurnalistik yang di sana tertulis ‘wajib memperhatikan prinsip-prinsip jurnalistik.’ Diundangnya Ketua KPI Pusat itu bagian dari upaya tim redaksi Mata Najwa akurat, adil, berimbang,” ujar Algooth kepada Tribunnews.com, Jumat (10/9/2021).
Kalau kemudian, lanjutnya, Ketua KPI Pusat lalu beralasan tindakannya untuk kabur karena berpotensi melanggar ketentuan ‘Penghormatan Terhadap Hak Privasi’ ada baiknya beliau membaca secara lengkap isi pasal itu yang menjelaskan adanya kalimat: ‘kecuali demi kepentingan publik’.
Algooth menilai kasus MS, pegawai KPI Pusat yang dilecehkan sejumlah oknum sudah menjadi perhatian publik setelah kabar beredar di media sosial dan menjadi bola panas karena pengakuan korban yang tidak konsisten maupun upaya hukum balasan dari oknum maupun keluarga mereka yang terpapar kasus ini dan mengalami penghakiman publik.
Dalam kondisi seperti ini, sebagai pejabat publik semestinya Ketua KPI Pusat berani mengambil tanggungjawab memberikan penjelasan kepada pers terhadap persoalan yang terjadi di lembaga sampiran negara yang setiap tahun menerima dana dari APBN.
“Makin mengherankan karena posisi beliau sebagai Ketua KPI Pusat yang mengurus siaran televisi gratis (free to air) kok malah meniru menteri yang lebih memilih ngomong di acara konten kreator yang rentan satu arah dan disiarkan di saluran streaming,” tuturnya.
Meski demikian, Algooth menilai Mata Najwa dalam hal peliputan kasus pegawai KPI Pusat yang dilecehkan juga tak bisa lepas dari kesan meniti ombak untuk mencari keuntungan.
“Itu mbak Najwa dan timnya kok tak pernah bersuara keras soal perusahaan pers yang tak adil pada buruh media,” kata Algooth.