Breaking News:

Info Kesehatan

Mengenal Vaksin Janssen Produksi Johnson & Johnson, Seberapa Efektif? Ini Efek Sampingnya

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menyetujui penggunaan darurat vaksin Covid-19 Johnson & Johnson (J&J) pada Jumat, (12/3/2021).

Editor: Tsaniyah Faidah
Istimewa/Kompas.com
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menyetujui penggunaan darurat vaksin Covid-19 Johnson & Johnson (J&J) pada Jumat, (12/3/2021). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Satu lagi vaksin Covid-19 yang telah diterbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) nya oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), yakni vaksin Janssen Covid-19 Vaccine.

Vaksin Janssen adalah vaksin yang diproduksi oleh Johnson & Johnson.

Izin penggunaan darurat vaksin ini disampaikan oleh BPOM pada Selasa (7/9/2021) lalu.

Kini total ada sembilan jenis vaksin Covid-19 di Indonesia yang telah diterbitkan izin penggunaan daruratnya oleh BPOM.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Perubahan Status Pandemi Menjadi Endemi, Vaksinasi Covid-19 Bakal Dipercepat

Kesembilan vaksin tersebut yakni:

  • Sinovac
  • Vaksin Covid-19 Bio Farma
  • AstraZeneca
  • Sinopharm
  • Moderna
  • Pfizer
  • Sputnik V
  • Convidecia
  • Janssen

Baca juga: Panduan Daftar Vaksin Covid-19 Secara Online di HP, Akses Laman pedulilindungi.id atau Vaksin Loket

Fakta-fakta vaksin Janssen:

1.Digunakan untuk 18 tahun ke atas, hanya satu kali suntikan

Dikutip dari berita Kompas.com, Kepala BPOM Penny K Lukito menjelaskan, vaksin Janssen dan Convidecia dapat digunakan untuk kelompok usia 18 tahun ke atas.

Vaksin Janssen digunakan untuk kelompok usia 18 tahun ke atas dengan pemberian sekali suntikan atau dosis tunggal sebanyak 0,5 mL secara intramuscular.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menyetujui penggunaan darurat vaksin Covid-19 Johnson & Johnson (J&J) pada Jumat, (12/3/2021).

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved