Breaking News:

Cari Dana Rp 1,6 Triliun untuk Trem di Kota Bogor, Bima Arya Disarankan Bertemu Presiden

Wacana trem memang sudah ada sejak awal tahun 2019, saat Dedie A Rachim mulai menjabat Wakil Wali Kota Bogor.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat menjelaskan wacana pembangunan trem di kota bogor yang membutuhkan anggaran Rp1,6triliun 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Wali Kota Bogor Bima Arya sempat memamerkan gagasan transportasi Trem pada Menteri BUMN Erick Thohir.

Wacana Trem memang sudah ada sejak awal tahun 2019, saat Dedie A Rachim mulai menjabat Wakil Wali Kota Bogor.

Wacana tersebut dimatangkan dengan berbagai kajian, mulai dari menggandengn pihak Colas Rail hingga mendatangi PT Inka dan berkordinasi dengan Kementerian Perhubungan.

Belakangan ini wacana moda transportasi massal Trem tersebut kembali mencuat setelah Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto memamerkan konsep Trem kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat mengunjungi Balaikota Bogor.

Pada kesempatan itu Bima Arya melakukan ekspose tahapan wacana konsep Trem yang sudah mencapai tahap Dokumen Studi Kelayakan Proyek atau Feasibility Study (FS).

Di hadapan Erick Thohir, Bima Arya mengatakan dirinya melaporkan nominal anggaran yang dibutukan sudah jelas dan konsepnya pun sudah matang.

Saat ini kata Bima ada dua hal yang diperlukan dalam pembangunan Trem, diantaranya adalah sumber pendanaan dan kelembagaan pembangunan ataupun operator Trem.

"Saya laporkan bahwa Kota Bogor siap untuk membangun komunikasi dengan semua, saya akan laporkan segera ke Pak Presiden, dan pak Erick juga sarankan untuk melakukan pertemuan dengan presiden dan menteri terkait untuk melakukan akselerasi," ujarnya.

Dari hasil FS kata Bima anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan Trema adalah Rp1,6 triliun.

Meski membutuhkan biaya yang tidak kecil kata Bima, bukan berarti Trem tidak bisa dibangun karena Ia akan mencoba membangun komunikasi dengan semua pihak untuk mencari konsep pendanaan dan kelembagaan yang tepat.

Moda transportasi massal berbasis Trem ini kata Bima Arya akan dicoba untik diakselerasikan agar terintegrasi dengan LRT.

Terkait targer pembangunan Trem Bima Arya menargetkan sebelum tahun 2024 sudah bisa dibangun.

"Paling engga sebelum saya selesai jadi wali kota 2024 lah ya ini sudah bisa dibangun," harapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved