Breaking News:

IPB University

Manfatkan Limbah Ikan Tongkol, Mahasiswa IPB University Ciptakan Suplemen Bagi Hewan Peliharaan

hasil validasi kandungan gizi dari Laboratorium IPB University, limbah ikan tongkol dan kunyit memiliki kandungan tinggi protein dan kaliu

IPB University
Mahasiswa IPB University memanfaatkan limbah ikan tongkol dan kunyit untuk membuat suplemen kesehatan (sutan) hewan kesayangan. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sebagai upaya untuk mewujudkan prinsip zero waste, lima mahasiswa IPB University memanfaatkan limbah ikan tongkol dan kunyit untuk membuat suplemen kesehatan (sutan) hewan kesayangan.

Kelima mahasiswa tersebut adalah Ivan Taufiq Nugraha, Agnisa Yasfa Azzahra, Gilang Ramadhan, Aulia Izahra Adil Maulidia, dan Tasya Cantika dengan dosen pendamping Drh Tetty Barunawati Siagian, MSi.

“Inovasi yang diikutersertakan dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) ini memanfaatkan limbah ikan tongkol seperti kepala, tulang, ekor, dan perut. Limbah ikan kemudian dikombinasikan dengan kunyit sebagai upaya membantu terwujudnya prinsip zero waste,” kata Ketua PKM-K Sutan, Ivan Taufiq Nugraha.

Ivan menuturkan, berdasarkan hasil validasi kandungan gizi dari Laboratorium IPB University, limbah ikan tongkol dan kunyit memiliki kandungan tinggi protein dan kalium sebagai feed suplemen untuk hewan kesayangan.

Di sisi lain pasar bisnis pada hewan peliharaan cukup besar.

Menurut World Society for the Protection of Animal (WSPA), jumlah populasi kucing di Indonesia berada di peringkat kedua dan anjing ke sembilan.

Kondisi pandemi Covid-19 membuat tren memelihara hewan semakin meningkat dan umumnya dipelihara oleh kelas menengah ke atas sehingga potensi bisnis sutan memiliki prospek yang sangat menjanjikan.

Sutan dijual dengan dua kemasan kecil dan besar seharga Rp 30 ribu rupiah dan Rp 50 ribu rupiah dengan penjualan yang sudah melebihi 100 kemasan.

“Marketing yang digunakan adalah business to business (B2B) dan business to consumen (B2C). Kami menjalin kerjasama dengan mencari mitra-mitra bisnis seperti distributor dan klinik hewan. Produk sutan disambut baik oleh distributor produk hewan sehingga potensi perkembangan bisnis ke depannya sangat menjanjikan. Ada 1.300 mitra yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan pada awal kesepakatan distributor meminta kami untuk menyediakan 10.000 sutan per bulan. Kami juga melakukan kerjasama secara B2C dengan kegiatan kemahasiswaan dalam bentuk sponsorship dengan dana yang dapat diberikan Rp1-2 juta, bahkan lebih,” jelasnya.

Pelanggan sutan sangat menyambut produk baru ini, apalagi bagi pemelihara kucing.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved