Breaking News:

Penumpang yang Tak Bisa Divaksin Bisa Naik KRL, Ini Ketentuannya

Hal ini membikin mereka terkendala saat ingin menggunakan KRL di tiap stasiun.

Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Kondisi stasiun Bogor 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Calon penumpang kereta rel listrik (KRL) yang memiliki komorbiditas tentu tidak dapat divaksin.

Hal ini membikin mereka terkendala saat ingin menggunakan KRL di tiap stasiun.

Namun, mereka dapat meminta surat keterangan dokter sebagai pengganti keterangan vaksin.

"Bagi calon penumpang yang tidak dapat divaksin karena punya komorbid, dapat menunjukkan surat keterangan dokter," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba, saat dikonfirmasi, Selasa (14/9/2021).

"Ini sebagai pengganti keterangan vaksin agar bisa menggunakan KRL," lanjutnya.

Jika tidak memiliki komorbid, para penumpang KRL diwajibkan menunjukkan keterangan vaksin Covid-19.

"Minimal dosis pertama atau menggunakan scan kode QR di aplikasi Peduli Lindungi saat akan naik KRL," kata Anne.

Aturan ini diberlakukan sejak Senin (13/9/2021).

KAI Commuter, kata Anne, telah menyosialisasikan hal ini pada Sabtu dan Minggu lalu.

Dengan adanya perubahan syarat perjalanan ini, kata Anne, KAI Commuter melakukan antisipasi dengan memaksimalkan layanan KRL pada jam sibuk.

Operasional dan layanan KAI Commuter berjalan dengan 994 perjalanan per hari pada pukul 04.00 hingga 22.00 WIB.

"Dari 994 perjalanan tersebut, tercatat ada 307 perjalanan KRL di jam sibuk, yaitu pukul 04.00 sampai 09.00 WIB dan 243 perjalanan KRL, pukul 16.00 hingga 20.00 WIB," tambah Anne.

Penumpang KRL, Sari (30), menyebut wajib menunjukkan vaksin Covid-19 ini merupakan langkah yang baik.

"Bagus, ya. Karena aturannya tidak ribet. Tinggal ikut vaksin saja," ucap dia, di Stasiun Tanah Abang, hari ini

(TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved