Breaking News:

Persiapan Sekolah Tatap Muka, KPAID Kota Bogor Sampaikan 6 Poin Penting : Agar Anak Terlindungi

‌Komisioner KPAI Daerah Kota Bogor, bidang pendidikan Anni Farhani menyampaikan beberapa point penting terkait PTM.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Istimewa
Komisioner KPAI Daerah Kota Bogor, Bidang Pendidikan Anni Farhani saat rakorda terkait hasil pengawasan persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dan program vaksinasi anak usia 12 sampai 17 tahun berbasis sentra sekolah. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor melaksanakan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) terkait hasil pengawasan persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dan program vaksinasi anak usia 12 sampai 17 tahun berbasis sentra sekolah.

‌Komisioner KPAI Daerah Kota Bogor, bidang pendidikan Anni Farhani menyampaikan beberapa point penting.

Setidaknya ada enam poin yang disampaikan termasuk komitmen KPAID agar satuan pendidikan di Kota Bogor dapat berjalan dengan baik khususnya agar anak-anak tetap aman selama PTM terbatas.

‌“KPAID tahun ini melakukan pengawasan terhadap 18 sekolah yang tersebar di enam kecamatan, pengawasan ini dilakukan, agar anak-anak benar-benar terlindungi terhadap Covid-19 dan memastikan anak-anak kita mendapatkan pelajaran terbaik, karena kalau tidak dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru di kemudian hari,” katanya dalam Rakorda KPAID 2021 secara daring, Senin (13/9/2021).

Dalam kegiatan Rakorda ini, KPAID menyampaikan beberapa Rekomendasi hasil dari Rakonas KPAI yang ‌intinya mendukung Pembelajaran Tatap muka di masa pandemi dengan enam syarat berikut.

Pertama, Sekolah atau madrasah harus dipastikan sudah memenuhi segala syarat dan kebutuhan penyelenggaraan PTM terbatas termasuk memastikan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19 dapat terpenuhi.

Jika belum terpenuhi, maka Pemerintah Daerah harus membantu pemenuhannya.

Selanjutnya yang kedua sekolah atau madrasah harus dipastikan vaksinasinya mencapai minimal 70 persen warga sekolah sudah divaksin, mengingat sudah ada program vaksinasi anak usia 12-17 tahun.

"Kalau hanya guru yang divaksin, maka kekebalan komunitas belum terbentuk, karena jumlah guru hanya sekitar 10 persen dari jumlah siswa, sementara kekebalan kelompok terbentuk jika minimal 70 persen populasi sudah divaksin, maka setidaknya orang tua sudah divaksin, hal ini sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan badan kesehatan dunia, WHO," katanya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved