Breaking News:

Tangani Kasus Pengasuhan tentang Hak Dasar Anak, KPAID Kota Bogor Lakukan Pemetaan Cari Solusi

ada berbagai kasus yang perlu penanganan tidak cukup satu lembaga terkait pengasuhan anak untuk pemenuhan hak dasar anak.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Ketua KPAID Kota Bogor, Dudih Syiarudin 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Komisi Pelindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor tancap gas untuk menjalankan program yang tertunda untuk penguatan lembaga di wilayah.

Alhasil dalam proses penguatan lembaga di wilayah itu muncul sejumlah aduan ataupun temua di lapangan.

Bahkan baru-baru ini KPAID sedang menangani kasus terkait pengasuhan anak tentang pemenuhan hak dasar anak, dimana ada anak yang diduga tidak mendapatkan hak dasar kesehatan dan pendidikannya.

Saat ditemui TribunnewsBogor.com usai melakukan sosialisasi rekomendasi hasil rakornas KPAI terkait persiapan PTM dan program vaksinasi anak pada Senin (13/9/2021) kemarin, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor Dudih Syiarudin, mengatakan bahwa ada berbagai kasus yang perlu penanganan tidak cukup satu lembaga terkait pengasuhan anak untuk pemenuhan hak dasar anak.

Untuk itu kata Dudih KPAID bersama stalkholder terkait berbagi tugas.

"Dan Insya Allah KPAI secara lembaga akan menguatkan membuat rekomendasi sehingga tidak disalahkan atas dasar legalitas," ujarnya.

Saat ditanya mengenai kasus pengasuhan yang sedang ditangani Dudih menjelaskan bahwa ada orangtua yang tidak mampu memberikan pengasuhan kepada anak.

Hal itu terbukti dengan kondisi anak yang terbengkalai hak dasar pendidikan dan kesehatannya.

"Nah ini sebetulnya negara sudah bisa interfensi nah karena mungkin masih ada kendala terhadap aturan akhirnya belum ada inisiatif untuk melakukan tindakan dan eksekusi yang tepat untuk menyelamatkan anaknya sebagai korban tadi nah ini kasus yang ada di Kota Bogor dan ini sudah cukup lama berlarut larut," katanya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved