Breaking News:

Info Kesehatan

Kenali 5 Jenis Gangguan Mental, Ini Bedanya Depresi dan Bipolar, Jangan Abaikan Sedih Terus Menerus

Dilansir World Health Organization, berikut beberapa macam gangguan mental serta penanganannya

net
Ilustrasi depresi 

3. Skizofrenia dan psikosis

Skizofrenia adalah gangguan mental yang cukup parah, mempengaruhi 20 juta orang di seluruh dunia.

Psikosis, termasuk skizofrenia, ditandai dengan penyimpangan pemikiran, persepsi, emosi, bahasa, perasaan diri, dan perilaku.

Pengalaman psikotik yang umum termasuk halusinasi (mendengar, melihat atau merasakan hal-hal yang tidak ada) dan delusi (kepercayaan atau kecurigaan yang salah yang dipegang teguh bahkan ketika ada bukti sebaliknya).

Gangguan tersebut dapat mempersulit pengidap dalam bekerja atau belajar secara normal.

Stigma dan diskriminasi dapat mengakibatkan kurangnya akses terhadap layanan kesehatan dan sosial.

Skizofrenia biasanya dimulai pada akhir masa remaja atau awal fase dewasa.

Gangguan skizofrenia dapat dibantu dukungan psikososial yang efektif.

Dengan perawatan dan dukungan sosial yang tepat, orang-orang yang terkena dampak, dapat menjalani kehidupan yang produktif dalam masyarakat.

Fasilitas yang disediakan, pekerjaan yang didukung dapat membantu pengidap skizofrenia mendapatkan semangat untuk mengobati penyakit mereka dan hidup normal.

4. Demensia

Di seluruh dunia, sekitar 50 juta orang menderita demensia.

Demensia biasanya bersifat kronis atau progresif di mana terdapat penurunan fungsi kognitif (yaitu kemampuan untuk memproses pemikiran) melampaui apa yang mungkin diharapkan dari penuaan normal.

Hal tersebut mempengaruhi kemampuan mengingat, berpikir, orientasi, pemahaman, perhitungan, kapasitas belajar, bahasa, dan penilaian.

Penurunan fungsi kognitif biasanya disertai penurunan kontrol emosi, perilaku sosial, atau motivasi.

Demensia disebabkan oleh berbagai penyakit dan cedera yang memengaruhi otak, seperti penyakit alzheimer atau stroke.

Meskipun saat ini tidak ada pengobatan yang tersedia untuk menyembuhkan demensia, saat ini banyak pengobatan sedang berada dalam berbagai tahap uji klinis badan kesehatan.

Namun, banyak yang dapat dilakukan untuk mendukung dan meningkatkan kehidupan orang-orang dengan demensia salah satunya datang dari keluarga.

5. Gangguan perkembangan termasuk autisme

Gangguan perkembangan adalah istilah umum yang mencakup disabilitas intelektual dan gangguan perkembangan pervasif, termasuk autisme.

Gangguan perkembangan biasanya terjadi pada saat masa kanak-kanak, akan tetapi cenderung bertahan sampai dewasa.

Hal itu, menyebabkan keterlambatan fungsi yang berkaitan dengan pematangan sistem saraf pusat.

Disabilitas intelektual biasanya ditandai penurunan keterampilan di berbagai bidang perkembangan seperti fungsi kognitif dan perilaku adaptif.

Tingkat kecerdasan yang menurun dapat mengurangi kemampuan untuk beradaptasi dengan kehidupan sehari-hari.

Gejala gangguan perkembangan pervasif, seperti autisme, termasuk gangguan perilaku sosial, komunikasi dan bahasa, serta rentang sempit minat dan aktivitas yang unik bagi individu dan dilakukan berulang-ulang.

Gangguan perkembangan sering berawal dari masa bayi atau anak usia dini.

Orang dengan gangguan ini kadang-kadang menunjukkan beberapa tingkat kecacatan intelektual.

Keterlibatan keluarga dalam perawatan orang dengan gangguan perkembangan sangat penting.

Mengetahui apa yang menyebabkan orang-orang yang terkena dampak baik kesusahan dan kesejahteraan adalah elemen penting dari perawatan.

Misalnya, mencari tahu lingkungan yang paling kondusif untuk belajar.

Aktivitas rutin harian dapat membantu mencegah stres, waktu yang teratur untuk makan, bermain, belajar, bersama orang lain, dan tidur.

Masyarakat luas memiliki peran dalam menghormati hak dan kebutuhan penyandang disabilitas.

(Tribunnews.com/Arkan)

Berita lainnya seputar gangguan mental

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved