Breaking News:

Kuliah Perdana Mahasiswa Baru, IBI Kesatuan Bogor Beri Materi Membangun Sikap Anti Radikalisme

Kegiatan webinar dengan menyasar mahasiswa baru itu dilakukan secara hybrid sekitar 743 peserta via daring untuk Mahasiswa Baru TA 2021/2022, serta do

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Rektor IBI Kesatuan Prof Moermahadi Soerja Djanegara memberikan plakat penghargaan kepada Komisari Utama PT Taspen (Persero) yang juga Kepala BNPT RI Priode 2016 - 2020 Komjen Pol (Purn) Suhardi Alius sebagai pemberi materi pada kegiatan Kuliah Perdana Mahasiswa baru tahun akademi 2021/2022 dengan tema membangun sikap anti radikalisme bagi mahasiswa 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan atau IBI Kesatuan mengadakan kuliah perdana bertajuk membangun sikap anti radikalisme bagi mahasiswa baru pada Sabtu (18/9/2021).

Kegiatan webinar dengan menyasar mahasiswa baru itu dilakukan secara hybrid sekitar 743 peserta via daring untuk Mahasiswa Baru TA 2021/2022, serta dosen dan peserta yang mengikuti secara offline sebanyak 60 orang.

Rektor IBI Kesatuan Prof Moermahadi Soerja Djanegara menyampaikan tindakan radikalisme dapat dilakukan siapapun dan dimanapun, salah satunya sikap intoleran terhadap perbedaan.

"Pendidikan anti radikalisme ini penting diperkenalkan kepada mahasiwa baru karena sikap anti radikalisme merupakan pondasi penting dalam menjaga Kebhinekaan Indonesia," kata Prof Moermahadi, di Kampus IBI Kesatuan, Sabtu (18/9/2021).

Karenanya, IBI Kesatuan merupakan kampus yang dibangun oleh orang-orang berbagai agama, suku, dan budaya.

"Ibi Kesatuan sangat menjungjung toleransi," tegasnya.

Pada kegiatan Kuliah Perdana Mahasiswa baru tahun akademi 2021/2022 dengan tema membangun sikap anti radikalisme bagi mahasiswa tersebut hadir Komisari Utama PT Taspen (Persero) yang juga Kepala BNPT RI Priode 2016 - 2020 Komjen Pol (Purn) Suhardi Alius dalam memberikan materi

Dalam materi yang diberikan Komisaris Utama PT. Taspen (Persero) Komjen. Pol. (Purn) Suhardi Alius mengajak seluruh mahasiswa untuk bereperan aktif mengantisipasi berkembangnya terorisme di Indonesia untuk mendalami masalah kebangsaan yang tidak hanya menggunakan akal dan logika, tetapi juga hati.

Karena, kata dia, hati merupakan akumulasi dari kejujuran kultur, nafas spiritual, serta empati, dan juga sebagai unsur untuk mengendalikan diri.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved