Breaking News:

Defisit APBD Capai Rp 794 M, Bupati Bogor Harap Belanja Makan Minum Aparatur Dikurangi

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan bahwa dalam pembahasan RAPBD perubahan nanti, diharapkan eksekutif dan legislatif dapat bersama-sama berupaya menutu

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Ilustrasi rapat paripurna di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Bogor, Cibinong. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Defisit dalam rancangan perubahan APBD 2021 Kabupaten Bogor mencapai Rp 794 Miliar.

Defisit anggaran ini adalah selisih dimana belanja atau pengeluaran lebih besar dibanding penerimaan atau pendapatan.

Hal ini dibahas dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Bogor dalam rangka penyampaian Raperda tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021, di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Cibinong, Senin (27/9/2021).

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan bahwa dalam pembahasan RAPBD perubahan nanti, diharapkan eksekutif dan legislatif dapat bersama-sama berupaya menutup defisit ini dengan pengurangan belanja aparatur.

"Misalnya belanja perjalanan dinas, belanja ATK, belanja cetakan, belanja penggandaan, belanja makan minum, belanja sewa tempat, belanja pemeliharaan, serta belanja operasional aparatur lainnya,” kata Ade Yasin.

Rencana penerimaan pendapatan daerah yang semula diperkirakan sebesar Rp 6,7 Triliun, diusulkan untuk ditingkatkan menjadi Rp 7,7 Triliun.

Kemudian belanja daerah yang semula dianggarkan sebesar Rp 7,6 Triliun, pada perubahan APBD diusulkan untuk ditingkatkan sebesar Rp 1, 2 Triliun sehingga total menjadi Rp 8,9 Triliun.

Kenaikan tersebut adalah akibat dari pengalokasian iuran jaminan kesehatan untuk kepala desa, perangkat desa, PNSD dan tenaga OS, pengalokasian kekurangan tambahan insentif tenaga kesehatan dan tambahan penghasilan pegawai rumah sakit.

"Lalu perhitungan ulang pada komponen belanja pegawai dan penyesuaian kebutuhan anggaran untuk gaji (P3K) bagi guru, tenaga kesehatan dan penyuluh pertanian," kata Ade.

Wakil Ketua DPRD Muhamad Romli mengatakan bahwa karena defisitnya tinggi, maka DPRD juga akan melakukan hal yang sama, yakni efisiensi pada perjalanan dinas, belanja ATK, belanja cetakan, belanja penggandaan, belanja makan minum dan belanja operasional aparatur yang lainnya.

“Dalam pembahasan nanti, kita akan melihat dari masing-masing SKPD, anggaran kegiatan yang tidak urgent maka akan kita drop untuk menutupi defisit. Sehingga harapannya angka defisitnya menjadi nol,” ungkap Muhamad Romli.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved