Breaking News:

Info Kesehatan

Covid-19 Sebabkan Delirium, Apa Itu? Ini Gejala dan Cara Perawatannya

Pasien yang mengalami delirium cenderung lebih sakit, dengan lebih banyak penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes. 

Editor: Tsaniyah Faidah
Tumisu/Pixabay
ilustrasi - gejala delirium dan cara perawatannya 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sebagian pasien Covid-19 di awal pandemi mengalami delirium, yaitu gangguan serius pada kondisi mental seseorang yang menyebabkan bingung, gelisah, dan tidak dapat berpikir jernih.

Melansir Health Lab, pasien yang mengalami delirium cenderung lebih sakit, dengan lebih banyak penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes. 

“Covid juga dikaitkan dengan sejumlah hasil buruk lainnya yang cenderung memperpanjang rawat inap dan mempersulit pemulihan,” ujar Penulis studi Philip Vlisides, MD dari Departemen Anestesiologi di Michigan Medicine Amerika Serikat.

Sebuah studi juga menyebutkan, delirium umumnya dialami pasien Covid-19 yang berusia lanjut.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Disiplin Prokes dan Vaksinasi Harus Digencarkan

Dokter Divisi Psikiatri Komunitas, Rehabilitasi, dan Trauma Psikososial, Departemen Ilmu Kesehatan Jiwa FKUI-RSCM, dr Gina Anindyajati SpKJ mengatakan, delirium menunjukkan terjadi perburukan dari suatu kondisi medis tertentu pada seseorang.

Ia menjelaskan, delirium adalah suatu kondisi perubahan kesadaran yang onset-nya akut dan terjadi secara mendadak.

"Orang yang mengalami delirium menunjukkan adanya gangguan tingkat kesadaran, perhatian, kognitif (kemampuan berpikir), dan persepsi yang terjadi secara fluktuatif (berubah-ubah dari waktu ke waktu)," ujar Gina, dikutip dari Kompas.com, Jumat (11/12/2020).

Delirium dan Covid-19

Dikutip NDTV, studi yang diterbitkan dalam jurnal BMJ Open ini melakukan penelitian terhadap hampir 150 pasien yang dirawat di rumah sakit akibat infeksi corona pada awal pandemi.

Dari penelitian tersebut, ditemukan sebesar 73 orang mengalami delirium, dengan durasi rata-rata selama 10 hari.

Peneliti berusaha mengidentifikasi benang merah pada pasien-pasien yang mengalami delirium, dengan beberapa faktor dapat berperan di dalamnya.

Baca juga: Cara Membedakan Flu dan Covid-19, Jangan Sampai Salah Karena Gejalanya Mirip

Penyakit ini dapat menyebabkan berkurangnya oksigen ke otak, bahkan perkembangan pembekuan darah dan stroke, yang mengakibatkan gangguan kognitif

Pasien yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19 parah, gangguan koginitif termasuk depresi dan delirium, sangat mungkin terjadi.

“Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti alasan lain mengapa vaksinasi dan mencegah penyakit parah sangat penting. Mungkin ada komplikasi neurologis jangka panjang,” tutur Vlisides.

Artikel ini tayang di kompas.com dengan judul Covid-19 Sebabkan Delirium, Ini Gejala, Penyebab, dan Perawatannya

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved