Breaking News:

Operasional Glow di Kebun Raya Bogor Masih Tunggu Kajian

Kebun Raya Bogor saat ini sedang melakukan inovasi sebagai sarana edukasi kepada masyarakat dengan menggunakan konsep Glow.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Kebun Raya Bogor, di Jalan Otista, Kota Bogor, Jawa Barat 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kebun Raya Bogor saat ini sedang melakukan inovasi sebagai sarana edukasi kepada masyarakat dengan menggunakan konsep Glow.

Perhatian publik terhadap Kebun Raya Bogor juga sangat tinggi sehingga Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meminta agar opersional Glow tetap menunggu hasil kajian yang sedang berproses.

Bima meminta agar kajian dilakukan secara saintifik dengan melibatkan IPB University dan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN).

Dilibatkanya IPB dan BRIN Kata Bima sangatlah penting agar semua memiliki landasan data.

“Apapun jawabannya nanti tentu kami akan komunikasikan lagi dengan Mitra Natura Raya. Pada intinya kita pastikan semuanya berjalan sesuai karakter Kota Bogor dan potensi yang ada di Kebun Raya Bogor," katanya.

Terkait kajian yang sedang berjalan kata Bima Pengelola Kebun Raya Bogor juga sudan menyampaikan proses tersebut sedang berjalan.

"Tadi dari pengelola Kebun Raya Bogor menyampaikan bahwa kajian yang dilakukan secara internal ini sebetulnya masih sejalan dengan prinsip-prinsip konservasi, tetapi saya minta karena sudah menjadi perhatian publik kajian itu diperluas melibatkan IPB dan BRIN," ujarnya di Balaikota Bogor.

Dilokasi yang sama Komisaris Utama PT Mitra Natura Raya (MNR) selaku pengelola Kebun Raya Bogor, Ery Erlangga menegaskan bahwa pihaknya tentu selalu mengedepankan konservasi dan juga pemeliharaan terhadap situs yang ada di Kebun Raya Bogor yang akan jadi potensi menjadi World Heritage

"Jadi tentu ya kami menerima masukan dan juga akan membrrikan data data yang akan terjadi dampak jika terlaksana edukasi malam yang bernama glow jadi kita juga tidak serta merta meninggalkan rambu-rambu konservasi dan edukasi tersebut mudah mudagan nanti dengan adanya kajian dan data-data ini bisa menjaga ke kwahatirkan publik," katanya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved