Breaking News:

Pertanyakan SHGB Sentul City, Tim Kuasa Hukum Sampai Bawa Peta ke Kantor BPN

Selaku Tim Kuasa Hukum, Nafirdo Ricky mengatakan bahwa peta tersebut merupakan peta untuk menunjulan klaim Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB).

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Tim kuasa hukum Rocky Gerung membawa peta saat datangi kantor BPN Bogor, Kamis (30/9/2021) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Tim kuasa hukum Rocky Gerung dan Warga Bojongkoneng sambangi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor sambil membawa peta lahan di kawasan Bojongkoneng, Kamis (30/9/2021).

Selaku Tim Kuasa Hukum, Nafirdo Ricky mengatakan bahwa peta tersebut merupakan peta untuk menunjulan klaim Sertifikat Hak Guna Bangunan ( SHGB ).

Di peta yang mereka bawa ini, terdapat lahan-lahan SHGB beserta nomor-nomornya termasuk lokasi lahan Rocky Gerung.

"Hari ini kami sebenarnya kalau diterima langsung, kami sudah membawa bukti peta SHGB, mana saja yang diklaim sama Sentul, mau saya tunjukan, bahwa sebenarnya seperti apa data yang dipunyai oleh BPN Kabupaten Bogor," kata Nafirdo Ricky kepada wartawan.

Namun audiensi yang diharapkan, kata Nafirdo, sementara masih belum dipastikan kapan akan digelar.

Dia mengaku bahwa dirinya dalam kunjungan tersebut mendapat informasi bahwa audiensi bakal segera dilakukan dan sudah memasuki tahap koordinasi.

"Mereka (BPN) ingin menyelesaikan permasalahan ini dengan baik-baik tanpa penggusuran. Kalau penggusuran, ini masih proses sengketa, kalau Sentul mengakui punyanya, makanya hari ini kita minta surat informasi juga bahwa tanah Sentul City ini dasarnya apa," tambah Tim Kuasa Hukum, Markus Haditanoto.

Sampai saat ini, terkait SHGB Sentul City menurut Markus, masih tidak jelas.

Sehingga pihaknya masih mempertanyakan seperti berapa luas tanah yang SHGB tersebut dan didapatkan dari mana.

"Masalahnya kan warga setempat itu sudah tinggal dari tahun 1960, 1930, kok bisa Sentul City nempatkan tanah tersebut. Itu yang kita pertanyakan sampai hari ini. Kita tunggu mediasinya aja," ungkap Markus.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved