Breaking News:

Saat PTM di Kota Bogor, Pengantar Anak Sekolah Wajib Sudah Vaksin

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo meminta agar pengantar anak ke sekolah adalah mereka yang sudah divaksin.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Kapolresta Bogor Kote Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro saat menjelaskan SOP mengenai PTM terbatas 

Laporan Wartawan TribunnewaBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Satgas Covid-19 dari berbagai unsur Forum komunikasi daerah ( Forkompinda ) terus mematangkan SOP pembelajaran tatap muka (PTM).

Selain sudah menyiapkan SOP yang ada, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo meminta agar pengantar anak ke sekolah adalah mereka yang sudah divaksin.

"Kalau belum (vaksin) para pengantar pengantar sekolah, driver itu daftarkan ke sentra vaksin terdekat jadi dia keluar dari rumah aman diluar rumah aman disekolah aman begtu dia pulang pun aman," ujarnya.

Sementara itu terkait terkait pengawasan Satgas gabungan Covid-19 akan melakukan pengawasan atau patroli rutin baik disekolah maupun diluar sekolah saat pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Kota Bogor.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro meminta agar pihak sekolah memahami betul SOP ceklist yang telah disepakati dalam pelaksanaan PTM agar protokol kesehatan tetap terjaga.

"Tolong dipahami dan juga disepakati oleh sekolah, murid maupund orangtua maupun komite jangan sampai nanti disekolah prokes begitu dia tidak paham dengan SOP, pulang dan kepulangan itu jadi masalah disekolah tidak kena tidak terpapar tapi ketika begitu diluar itu terpapar," ujarnya.

Nantinya kata Susatyo PTM terbatas gelombang pertama ini akan menjadi model acuan untuk mempelajari pola PTM yang sudah ada untuk disempurnakan atau terus dilakukan dengan konsisten.

Untuk itu pihaknya akan terus melakukan patroli secara random di sekolah-sekolah ataupun di luar sekolah untuk antisipasi adanya protokol kesehatan yang tidak dijalankan.

"Patroli kami akan memonitor  pergerakan siswa diluar sekolah jangan sampai nanti saya cabut saya rekomendasikan ke pak wali agar PTM di sekolah itu dihentikan sementara karena anak anak ini berkerumun di luar," katanya.

Ia juga meminta Ketua Osis dan oara orangtua untuk memonitor siswa siswi baik ketika berangkan dan pulang agar dipastikan dari sekolah langsung pulang ke rumah.

Saat ini kata Susatyo situasi dan kondisi yang harus diantisipasi adalah adanya euforia pelajar yang senang dan gembira bisa kembali ke sekolah.

"Saya khawatir anak-anak ini sudah dalam kondisi psikis yang hampir dua tahun tidak ktmu teman dan sekaranf mereka kembali ke skolah tercintanya itu tentunya ada satu euforia tapi tentu kita tetap harus wasapda menyikapinya," katanya.

Untuk itu Susatyo kembali menegaskan akan menurunkan jajaranya baik di jajaran Pejabat Utama (Pju) Polresta Bogor Kota ataupun kapolsek dan Babinsa untik ikut memonitor kondisi disekolah ataupun diluar sekolah.

"Saya pun akan turun, para babin kami, kapolsek akan monintor bener ga ni pelaksanaanya (penerapan prokes disekolah dijalankan sesuai SOP) sewaktu waktu kami akan datang untuk cek karena menjadi bagian sebagai tanggung jawab kami smua," ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved