Asal Usul HGB Sentul City di Lahan yang Dihuni Rocky Gerung Menurut BPN Bogor

Hal ini pun menjadi pertanyaan pihak Rocky Gerung dan sejumlah warga Bojongkoneng karena warga sudah ada yang tinggal di sana sejak tahun 1960-an bahk

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Ardhi Sanjaya
youtube channel Rocky Gerung Official
Kondisi Terkini Rumah Rocky Gerung yang Sempat Terancam Digusur 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Badan Pertanahan Nasional ( BPN) Kabupaten Bogor menyatakan bahwa lahan yang dihuni Rocky Gerung di kawasan Sentul, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor terdaftar memiliki Sertifikat Hak Guna Bangunan ( HGB) atas nama PT. Sentul City.

"Dari data yang ada atas objek itu HGB atas nama Sentul (PT. Sentul City). Ada datanya, salinannya ada," kata Kepala Kantor BPN Kabupaten Bogor Sepyo Achanto kepada wartawan, Kamis (30/9/2021).

Sertifikat HGB atas nama PT. Sentul City ini diketahui terbit sejak 1994 silam.

Hal ini pun menjadi pertanyaan pihak Rocky Gerung dan sejumlah warga Bojongkoneng karena warga sudah ada yang tinggal di sana sejak tahun 1960-an bahkan 1930-an.

Sepyo menjelaskan bahwa sertifikat HGB PT. Sentul City berasal dari HGB sebelumnya yang merupakan tanah perkebunan.

Tanah perkebunan tersebut dulunya pernah dikuasai pada zaman kolonial Belanda yang disebut erfpacht verponding.

" HGB-nya itu berasal dari penerbitan HGB lama. Dari data yang ada, asal-usulnya memang dari tanah perkebunan, saat itu tanah verponding erfpacht. Erfpacht itu hak atas tanah zaman Belanda," terang Sepyo.

Masa berlaku S HGB ini, kata Sepyo, adalah selama 20 tahun dan pihak PT. Sentul City sudah memperpanjang untuk 20 tahun berikutnya.

Dia juga membantah tudingan S HGB tersebut palsu dan tudingan adanya mal administrasi.

"Saya sampaikan tadi, data ada. Itu sudah merupakan produk tata usaha negara, itu sudah ada. Silahkan dilihat, silahkan diuji sesuai dengan mekanisme yang ada, gitu aja," katanya.

Tim kuasa hukum Rocky Gerung membawa peta saat datangi kantor BPN Bogor, Kamis (30/9/2021)
Tim kuasa hukum Rocky Gerung membawa peta saat datangi kantor BPN Bogor, Kamis (30/9/2021) (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Soal pertanyaan lain kenapa lahan sengketa tersebut dibiarkan PT. Sentul City sejak Sertifikat HGB terbit tahun 1994, Sepyo tak berkomentar banyak.

"Nah itu, coba tanyakan ke Sentul City, kenapa begitu, harusnya pemilik tanah yang baik sudah dimanfaatkan (sejak HGB diterbitkan)," kata Sepyo.

Permasalahan sengketa lahan antara PT. Sentul City dan Rocky Gerung yang mengaku punya Surat Alih Garapan, kata dia, akan diselesaikan dengan mengedepankan kondusifitas.

Nantinya dalam mediasi yang akan digelar, kedua belah pihak akan menunjukan masing-masing sertifikat atau surat atas klaim tanah sengketa tersebut lalu dicarikan solusinya.

Namun Sepyo belum menyebut kapan mediasi penyelesaian sengketa lahan itu dilakukan.

"Dalam upaya penyelesaiannya mengutamakan musyawarah mufakat dan dicarikan solusinya. (Mediasi) Sesegera mungkin," ungkap Sepyo.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved