Breaking News:

Kontrakan di Buah Batu Bandung Jadi Home Industry Narkoba, Polres Bogor Bekuk 3 Pemuda  

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan bahwa sebanyak tiga orang pelaku ditangkap dalam pengungkapan kasus ini.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
 Satuan Serse Narkoba Polres Bogor berhasil mengungkap kasus home industry narkoba jenis tembakau sintetis atau populer disebut tembakau gorila di Bandung. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Satuan Serse Narkoba Polres Bogor berhasil mengungkap kasus home industry narkoba jenis tembakau sintetis atau populer disebut tembakau gorila di Bandung.

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan bahwa sebanyak tiga orang pelaku ditangkap dalam pengungkapan kasus ini.

Mereka adalah RAN (19) berprofesi sebagai sales, WZ (19) dan MAP (19) berprofesi sebagai karyawan sablon yang ditangkap di Kampung Sarimahi, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung pada 22 September 2021.

Kata Harun, pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan dari beberapa kasus serupa yang telah diungkap Polres Bogor sebelumnya.

"Ketiga tersangka dengan usia sama 19 tahun ini sudah 2 tahun kurang lebihnya melaksanakan home industry pembuatan tembakau sintetis," kata AKBP Harun dalam jumpa pers di Mako Polres Bogor, Selasa (5/10/2021).

Ketiga pelaku ini juga menyimpan narkoba di sebuah rumah kontrakan di Komplek Permata Arcamanik, Desa Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung. 

Dari tempat tersebut polisi menyita barang bukti sebanyak 286,86 gram serbuk biang sintetis.

Selain itu, para pelaku juga menyewa sebuah rumah kontrakan lain yakni di Komplek Taman Persada, Desa Margasari, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung sebagai tempat produksi atau home industry.

"Di sinilah (di daerah Buah Batu) tersangka melakukan pengolahan atau pembuatan tembakau sintetis," kata Harun.

Produknya sudah dijual oleh para tersangka ke beberapa daerah di Jawa Barat seperti ke Garut, Bandung, Cirebon, Kabupaten Bogor, Cianjur hingga Depok.

Tembakau sintetis dijual dengan modus melalui media sosial Instagram dan dikirim menggunakan jasa kurir.

Selain biang sintetis, dalam kasus ini Sat Narkoba Polres Bogor juga menyita barang bukti 10 kg bahan baku tembakau, timbangan, mesin pengaduk, ember, katel besar dan alat-alat lainnya.

"Tersangka kita kenakan pasal 114 ayat 2 dan atau 112 ayat 2 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman seumur hidup atau pidana penjara maksimal 20 tahun dan denda maksimal Rp 10 Miliar," ungkapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved