Breaking News:

Pemkot Bogor Berencana Bangun Rusunawa untuk Warga Berpenghasilan Rendah

Wacana pembangunan rusnawa itu juga untuk memanfaatkan lahan milik Pemerintah Kota Bogor yang saat ini belum termanfaatkan dengan baik.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat Menjelaskan Soal Rencana Pembangunan Rusunawa 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR BARAT - Kebutuhan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Kota Bogor terus bertambah.

Setelah memiliki dua rumah susun sewa ( Rusunawa ) di Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat dan Kelurahan Cibuluh Kecamatan Bogor Utara, Pemerintah Kota Bogor memiliki wacana membangun dua Rusunawa baru di Kelurahan Sukaresmi Kecamatan Tanah Sareal dan Kelurahan Empang Kecamatan Bogor Selatan.

Wacana pembangunan Rusunawa itu juga untuk memanfaatkan lahan milik Pemerintah Kota Bogor yang saat ini belum termanfaatkan dengan baik.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan bahwa wacana tersebut disampaikan ke Dirjen Perumahan Rakyat Kementerian PUPR untuk bisa memanfaatkan beberapa aset Kota Bogor dengan membangun rusunawa baru.

"Ada dua, kita usulkan di BNR kemudian kita usulkan lagi yang di Sukaresmi untuk bisa dibangun, cuma permasalahannya apakah dirjen perumahan rakyat ini ada anggaran atau tidak," katanya.

Dedie menyampaikan bahwa Pemkot Bogor terus berupaya agar kedepan menyediakan tempat hunian bagi warga yang memang berpenghasilan rendah.

Namun kata Dedie wacana itu belum bisa diwujudkan dengan menggunakan anggaran dari APBD Kota Bogor sehingga pihaknya bersurat ke pemerintah pusat.

"Kalau dari APBD anggaran kita terbatas karena kananda refocusing, terus penerimaan berkurang," katanya.

Dengan adanya wacana itu kebutuhan akan hunian bagi masyarakat rendah bisa dibilang cukup tinggi.

Karena rumah susunnyang rencamamya dibangun itu bisa mengakomodir ratusan warga penghasilan rendah yang belum memiliki hunian

"Untuk jumlah pastinya masih harus lihat data, tapi didalam konteks rusun ini kita mengakomodir masyarakat berpenghasilan rendah yang tidak bisaa ngontrak sehingga bisa tinggal dirusun dengan biaya yang terjangkau," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved