Breaking News:

Vaksinasi Kabupaten Bogor Rendah Kurang dari 50 Persen, Bupati Akui Sulit Jangkau Pelosok

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan bahwa capaian vaksinasi Kabupaten Bogor sementara ini baru sekitar 29,2 persen.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Bupati Bogor Ade Yasin saat ditemui wartawan di Pendopo Bupati, Cibinong, Selasa (5/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Capaian vaksinasi di Kabupaten Bogor sampai awal Oktober 2021 masih rendah bahwa belum juga menyentuh angka 50 persen.

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan bahwa capaian vaksinasi Kabupaten Bogor sementara ini baru sekitar 29,2 persen.

"Hampir 30 persen, 29,9 persen. Tapi kalau dilihat dari angka, sudah 2,7 juta jiwa," kata Ade Yasin kepada wartawan, Selasa (5/10/2021).

Ade mengaku sudah berupaya melakukan percepatan vaksinasi melibatkan berbagai pihak namun memang jumlah penduduk Kabupaten Bogor yang besar membuat target 70 persen yang ditetapkan pusat cukup tinggi yakni mencapai 4,2 juta.

Selain itu, Kabupaten Bogor sebelumnya sempat dilanda sejumlah kendala seperti jumlah pasokan vaksin dan vaksinator yang tak cukup, namun kendala itu kini sudah teratasi berkat bantuan-bantuan.

Sementara saat ini, Kabupaten Bogor dihadapkan kendala lain dalam percepatan vaksinasi, yakni sulit menjangkau warga di pelosok-pelosok.

"Karena yang di perkotaan rata-rata sudah ya (divaksin). Tapi menjangkau daerah-daerah kita kebanyakan desa-desa, saya kira perlu kerja keras. Karena daerah pegunungan, dusun-dusun masih sulit jangkauannya," kata Ade.

Terkait kendala ini, Ade mengaku memang sejumlah kepala desa yang menggelar vaksin massal mengadu padanya terkait jarak antara perkampungan dan kantor desa yang dijadikan lokasi vaksin.

Jika warga harus berjalan kaki cukup jauh ke lokasi vaksin, kebanyakan warga di pelosok memilih untuk ogah ikut vaksin.

"Jadi saya kira perlu penjemputan dari desa ke rumah-rumah. Kalau pun misalnya jemput bola vaksin keliling gak memungkinkan juga karena lokasi yang jauh, ada batasan 4 jam, jadi tidak bisa juga. Jadi solusinya dengan menjemput mereka ke lokasi," kata Ade.

Permasalahan percepatan vaksinasi karena jangkauan ke tempat vaksin massal ini, kata Ade, tersebar di beberapa wilayah perbatasan Kabupaten Bogor.

Seperti di wilayah Kecamatan Cariu, Sukamakmur, Tanjungsari, Jonggol, Nanggung, Jasinga dan Tenjo.

Permasalahan ini juga sudah Ade laporkan ke Menko Marves Luhut Binsar dalam rapat koordinasi secara daring.

"Kalau untuk ketersediaan vaksin gak masalah, dokter gak ada masalah, kan kita kemarin juga dapat bantuan nakes dari wisma atlet," ungkapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved