Breaking News:

Jual Makanan Kadaluarsa dan Bekas Banjir, Wanita di Cileungsi Ditangkap Polres Bogor

Tersangka ditangkap Satreskrim Polres Bogor setelah dilakukan penyelidikan karena adanya laporan masyarakat terkait hal tersebut.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Jumpa pers Polres Bogor terkait wanita pemilik warung inisial NR (27) di Cileungsi, Kabupaten Bogor yang dibekuk karena jual makanan dan minuman kadaluarsa, rusak bahkan sudah tercemar, Rabu (6/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Seorang wanita pemilik warung inisial NR (27) di Cileungsi Kabupaten Bogor dibekuk kepolisian Polres Bogor karena jual makanan dan minuman kadaluarsa atau expired, rusak bahkan sudah tercemar.

Tersangka ditangkap Satreskrim Polres Bogor setelah dilakukan penyelidikan karena adanya laporan masyarakat terkait hal tersebut.

"Tersangka memperjual belikan makanan dan minuman yang sebagian besar sudah rusak tercemar dan juga kadaluarsa," kata Kapolres Bogor AKBP Harun dalam jumpa pers di Mako Polres Bogor, Rabu (6/10/2021).

Dari barang bukti yang disita polisi dalam kasus ini, terpantau ada produk kaleng susu sudah dalam kondisi berkarat ditambah ada pula makanan biskuit yang sudah kadaluarsa sejak 2020 lalu.

Harun menjelaskan, tersangka mendapat makanan dan minuman ini dari pelaku berinisial YP asal Bekasi yang merupakan oknum pegawai perusahaan retail.

Perusahaan retail tersebut sempat terkena banjir pada April 2021.

Kemudian makanan dan minuman yang terdampak banjir di dalamnya dimanfaatkan oleh oknum pegawai retail Almarhum YP ini untuk dijual ke tersangka NR pada Mei 2021.

"Pembeliannya kurang lebih ada tiga truk angkel. YP ini melapor ke atasannya bahwa barangnya sudah dimusnahkan karena bekas banjir. Tapi oleh YP malah dijual ke tersangka NR ini," kata Harun.

Pelaku YP yang dilaporkan sudah meninggal dunia ini menjual ke tersangka NR tiga truk makanan dan minuman tersebut dengan harga Rp 75 juta diawali uang muka Rp 25 juta.

Tersangka NR menjual makanan dan minuman kadaluarsa, rusak dan tercemar tersebut kepada warga sekitar warung yang tersangka miliki di kawasan Cileungsi.

Sebelum akhirnya NR ditangkap polisi, kata Harun, tersangka NR sudah mendapat omzet sekitar Rp 49 juta.

"Makanan dan minuman ini kan dibeli dengan harga miring dan dia (tersangka) motifnya ingin mendapat untung yang lebih," kata Harun.

Harun menjelaskan bahwa tersangka NR dikenakan pasal 8 ayat 2 dan 3, junto pasal 62 ayat 1 UU nomor 8 tahun 1999 terkait perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp 2 Miliar.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved