Breaking News:

Indonesia Dapat Sanksi dari Badan Antidoping Dunia, Pengamat : Tidak Bisa Jadi Tuan Rumah

Akmal mengatakan, sanksi yang dijatuhkan WADA itu berdampak kurang baik, bahkan dapat membuat Indonesia tidak bisa menjadi tuan rumah kompetisi olahra

Penulis: Yudistira Wanne | Editor: Ardhi Sanjaya
Instagram
Pengamat sepak bola nasional, Akmal Marhali 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Pengamat sepak bola nasional, Akmal Marhali menyoroti kelalaian Kemenpora terkait sanksi yang diberikan Anti Doping Dunia ( WADA ) kepada Indonesia.

Akmal mengatakan, sanksi yang dijatuhkan WADA itu berdampak kurang baik, bahkan dapat membuat Indonesia tidak bisa menjadi tuan rumah kompetisi olahraga di tingkat regional, benua, maupun dunia. 

"Kabar duka datang dari dunia olahraga Indonesia di tengah perhelatan PON XX 2020 Papua, Badan Anti-Doping Dunia (WADA) menjatuhkan sanksi kepada Indonesia karena dianggap tidak menerapkan program tes doping yang efektif, dampaknya Indonesia tidak bisa menjadi tuan rumah kompetisi olahraga di tingkat regional, benua, maupun dunia," ujarnya, Jumat (8/10/2021).

Lebih lanjut, dampak lain akibat ancaman sanksi tersebut yakni perwakilan Indonesia tidak dapat terlibat di kepengurusan.

"Perwakilan Indonesia juga tidak bisa duduk sebagai anggota dewan di komite sampai statusnya dipulihkan atau untuk jangka waktu 1 tahun, meski demikian, atlet Indonesia masih diizinkan mengikuti kompetisi di kejuaraan regional, benua, maupun internasional, hnya saja bendera nasional (merah putih) tidak boleh dikibarkan," tegasnya.

Sementara itu, kasus Indonesia mirip dengan yang dialami Rusia, WADA mengeluarkan sanksi larangan tampil di seluruh event dunia selama empat tahun mulai 2020 karena tersangkut kasus menyembunyikan hasil tes doping massal.

Lanjut Akmal, Rusia diberikan waktu 21 hari untuk mengajukan banding ke WADA dan Pengadilan Arbritase Olahraga Internasional (CAS), tapi banding tersebut ditolak.

"Negeri Beruang Merah itu dilarang tampil di Olimpiade 2020, Piala Dunia 2022 dan Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing. Memang, atlet Rusia tetap tampil di Olimpuade Tokyo lalu, tapi dengan bendera netral," ungkapnya.

Akmal pun meminta Menpora Zainudin Amali bergerak cepat agar Indonesia dapat selamat dari ancaman sanksi.

"Indonesia terancam tak bisa tampil di SEA Games 2021 yang pelaksanaannya diundur pada 2022 dengan bendera Merah Putih dan juga terancam tak bisa menggelar moto gp di Mandalika dan bisa juga hak tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2023 dicabut," ungkapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved