Breaking News:

IPB University

Antisipasi Kelangkaan Benih, Pakar IPB University Ungkap Metode Radicle Emergence Bagi Petani

Kebutuhan benih bagi petani masih menjadi persoalan tersendiri dalam pemenuhan kebutuhan pangan.

Pixabay
Ilustrasi padi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Ketersediaan benih bagi petani masih menjadi persoalan tersendiri dalam pemenuhan kebutuhan pangan.

Petani seringkali kesulitan mendapatkan benih dengan kemampuan tumbuh yang baik.

Tidak jarang petani harus gigit jari karena sering gagal tanam dan panen.

Dr M Rahmad Suhartanto, Dosen IPB University Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian menyebutkan metode Radicle Emergence (RE) dapat menjadi solusi dalam penyediaan benih bagi petani.

RE telah dikembangkan sejak 2009 sebagai uji cepat viabilitas benih.

Hal ini disampaikannya dalam Webinar Propaktani “Inovasi Pengembangan Metode Uji Cepat untuk Mendukung Penyediaan Benih Bagi Petani” yang diselenggarakan oleh Balai Besar PPMBTPH (Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura ) dan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI.

Metode tersebut, lanjutnya, diharapkan dapat segera diaplikasikan di Indonesia.

RE merupakan uji pemunculan radikula atau dapat menduga vigor benih atau kemampuan tanaman untuk tumbuh normal. Pengembangan metode RE perlu dilakukan agar diperoleh metode pengujian yang dapat memberikan hasil dalam waktu singkat.

“Metode RE telah divalidasi ISTA (Internasional Seed Testing Association) pada tahun 2014 dan menarik untuk dikembangkan lebih lanjut.  Percobaan di beberapa negara telah dilakukan untuk komoditas padi, lobak, dan kapas pada beberapa lot. Hasil yang diberikannya sangat nyata dan potensial.” ujarnya.

Ia menyebutkan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan pengujian dengan metode RE.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved