Breaking News:

IPB University

Minimnya Pupuk Bersubsidi, Guru Besar IPB University Bahas Pengelolaan Unsur Hara Tanaman

Rekomendasi pupuk subsidi yang diberikan oleh Kementerian Pertanian hanya sekitar 15 persen yang dapat dipenuhi.

IPB University
Prof Aris Tri Wahyudi, Guru Besar IPB University Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Isu persoalan pupuk masih menjadi momok bagi pembangunan pertanian

Hingga kini, persediaan pupuk di level petani tidak sesuai dengan yang direkomendasikan.

Rekomendasi pupuk subsidi yang diberikan oleh Kementerian Pertanian hanya sekitar 15 persen yang dapat dipenuhi.

Selebihnya petani masih harus membeli sendiri.

Membahas hal tersebut, Dewan Guru Besar (DGB) IPB University menggelar Forum Group Discussion (FGD) Transformasi Kebijakan Pupuk Indonesia seri ke-5: Alternatif Pemenuhan Hara-Hara Tanaman.

Demi memberikan kontribusi yang semakin mengayakan rekomendasi yang disusun dalam memecahkan persoalan pupuk bersubsidi dan meningkatkan kesejahteraan para petani.

Prof Dwi Andreas Santosa, Guru Besar IPB University menyebutkan produk hayati berpotensi menjadi penghasil fitohormon penting bagi tanaman.

Sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Selain itu, bakteri pelarut fosfat organik dapat menjadi penghasil fitase dan menurunkan kebutuhan pupuk hingga 10 persen.

Menurut Dosen Fakultas Pertanian IPB University ini, pemakaian pupuk fosfat di sawah Indonesia setiap tahunnya, sebagian besar berakumulasi di dalam tanah.

Namun demikian, fosfat tersebut tidak dapat digunakan sebagai hara oleh tanaman.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved