Breaking News:

Penyelenggara Pemilu Kabupaten Bogor Libatkan Milenial, Bupati : Tahun 2024 Berat

Rencana KPU Kabupaten Bogor terkait pelibatan milenial menjadi penyelenggara dalam Pemilu 2024

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Bupati Bogor Ade Yasin seusai menghadiri acara di Kantor KPU Kabupaten Bogor, Selasa (12/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Rencana KPU Kabupaten Bogor terkait pelibatan milenial menjadi penyelenggara dalam Pemilu 2024 diapresiasi Bupati Bogor Ade Yasin.

"Itu bagus, karena kaum muda ini kan fisiknya masih kuat, tenaganya," kata Ade Yasin kepada wartawan di Kantor KPU Kabupaten Bogor, Selasa (12/10/2021).

Ade mengatakan bahwa pada Pemilu 2024 diperlukan penyelanggara yang kuat karena bakal berat.

Sebab, di tahun 2024 nanti bakal ada Pemilihan Presiden (Polpres) sekaligus Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

"Saya kira berat sekali, tahun 2024 itu ada Pilpres ada Pilkada. Saya kira sebagai penyelenggara dibutuhkan fisik yang kuat, tidak mudah menyerah dan itu ada di kaum milenial," kata Ade.

Kaum milenial, kata Ade, juga harus terus belajar serta memantau perkembangan-perkembangan pemilu khususnya di Kabupaten Bogor.

Sebelumnya, rencana melibatkan kaum milenial dalam penyelenggaraan pemilu ini dikatakan oleh Ketua KPU Kabupaten Bogor Ummi Wahyuni.

"Ada badan adhoc nanti kita butuhkan kurang lebih hampir 150 ribu orang, bisa menjadi PPK, PPS atau KPPS. Saya yakin kalau penyelenggaranya dari milenial, semangatnya pasti beda," kata Ummi.

Selain itu, potensi pemilih milenial di Kabupaten Bogor juga cukup besar.

Mereka pun saat ini menjadi sasaran pendidikan pemilih dari KPU Kabupaten Bogor.

"Untuk pemilih milenial itu besar, potensi pemilih ya, ada 212 ribu," ungkap Ummi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved