Breaking News:

Cerita Warga Cibinong Bogor Terkejut Saat Kerja Bakti, Temukan Banyak Alat Kontrasepsi Bekas

warga Cibinong, Kabupaten Bogor malah dikejutkan oleh temuan banyaknya alat kontrasepsi bekas pakai yang berceceran.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Ardhi Sanjaya
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Zakaria (68), Ketua RT 02/06, Kampung Padurenan, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewaBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Saat melakukan kerja bakti pembersihan area, warga Cibinong, Kabupaten Bogor malah dikejutkan oleh temuan banyaknya alat kontrasepsi bekas pakai yang berceceran.

Peristiwa itu terjadi di kolong fly over Cibinong dan diceritakan oleh Zakaria (68), Ketua RT 02/06, Kampung Padurenan, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Zakaria menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar tahun 2019 saat warga bergotong royong bersih-bersih karena hendak membangun mushola di kolong fly over tersebut.

"Kita bersihin ada hampir dua minggu waktu itu. Waktu saya bersihin, maaf, banyak kondom, alat kontrasepsi begitu lah," kata Zakaria kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (14/10/2021).

Dia mengatakan bahwa kawasan itu memang dikenal kerap menjadi tempat mangkal para pekerja seks komersial (PSK).

Tidak hanya alat kontrasepsi, di area kolong yang kumuh itu warga juga menemukan banyak senjata tajam (sajam).

Area kumuh disulap menjadi rapi dan menjadi area mushola di kolong flyover Cibinong, di Kampung Padurenan, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.
Area kumuh disulap menjadi rapi dan menjadi area mushola di kolong flyover Cibinong, di Kampung Padurenan, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Dia mengaku tidak tahu menahu dari mana dan siapa yang menyimpan sajam-sajam tersebut.

"Yang enggak-enggak lah, bahkan kayak celurit juga ada," katanya.

Namun, setelah mushola selesai dibangun, kawasan kolong yang kumuh itu kini berubah menjadi lebih tertata rapi.

Bahkan PSK-PSK yang mangkal dari sore sampai subuh di kawasan itu kini sudah tidak nampak lagi.

"Sebelum ada mushola, tadinya perempuan-perempuan itu yang sewa-sewa di jalan, ngejajar tuh, mejeng kalau sore, miris banget memang. Setelah ada ini (mushola) alhamdulillah, sekarang udah gak ada," ungkapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved