Breaking News:

Kabar Artis

Terkonfirmasi Kabur dari Karantina di Wisma Atlet, Rachel Vennya Ternyata Dibantu Oknum TNI

Sebelumnya, nama Rachel Vennya ramai diperbincangkan setelah diduga kabur dari karantina usai pulang dari Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

Editor: khairunnisa
Youtube Boy William
Terkonfirmasi Kabur dari Karantina di Wisma Atlet, Rachel Vennya Ternyata Dibantu Oknum TNI 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kodam Jaya selaku Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Covid-19 mengumumkan hasil penyelidikan terkait kabar selebgram Rachel Vennya kabur saat menjalani karantina di Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara.

Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS mengonfirmasi bahwa benar Rachel Vennya kabur dari Wisma Atlet setelah bepergian ke Amerika Serikat.

Hal ini diketahui setelah Kodam Jaya melakukan penyelidikan mulai dari bandara Soekarno Hatta hingga Rachel Vennya tiba di Wisma Atlet.

Kaburnya Rachel Vennya rupanya dibantu oleh oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"Pada saat pendalaman kasus, ditemukan adanya tindakan Non Prosedural oleh oknum anggota pengamanan Bandara Soetta (TNI) berinisial FS, yang telah mengatur agar Rachel Vennya dapat menghindari prosedur pelaksanaan karantina," kata Kolonel Arh Herwin BS dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (13/10/2021).

Menurut Keputusan Kepala Satgas Covid-19 Nomor 12/2021 pada 15 September 2021 pihak yang berhak mendapatkan fasilitas repatriasi karantina di RSDC Wisma Atlet ada tiga kategori.

Mereka adalah pekerja imigran Indonesia, pelajar atau mahasiswa Indonesia setelah mengikuti pendidikan dari luar negeri, dan pegawai pemerintah yang kembali ke Indonesia setelah perjalanan dinas luar negeri.

Baca juga: Update Corona 13 Oktober 2021 : 1.233 Kasus Baru Covid-19, Sembuh Tambah 2.259

"Pada kasus selebgram Rachel Vennya menunjukkan bahwa yang bersangkutan tidak berhak mendapatkan fasilitas tersebut," tegas Herwin.

Atas perintah Pangdam Jaya selalu Pangkogasgabpad Covid-19, kata Herwin, proses pemeriksaan dan penyidikan terhadap FS akan dilakukan secepatnya.

"Penyelidikan juga akan dilakukan terhadap tenaga sektor kesehatan, tenaga pengamanan, dan penyelenggara karantina lainnya agar diperoleh hasil yang maksimal," kata Herwin.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved