Harga Telur Ayam Anjlok, Peternak Ayam Telur di Bogor Kurangi Kualitas Pakan
Menurunnya harga telur di peternakan hingga 40 persen, yang mulanya seharga Rp 20 ribu per kilogram kini Rp 16.200 satu kilonya.
Penulis: Reynaldi Andrian Pamungkas | Editor: Damanhuri
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR BARAT -- Menurunnya harga telur di peternakan hingga 40 persen, yang mulanya seharga Rp 20 ribu per kilogram kini Rp 16.200 satu kilonya.
Penurunan kualitas pakan berdampak menurunnya harga telur, terlihat dari warna dan beratnya telur ayam.
Salah satunya peternakan Gunawan Farm yang berlokasi di jalan Pangkalan Batu, Gang Haji Rais, Semplak, Bogor Barat, ini mengakali pakan ayam untuk terus bersaing di pasarannya.
Pemilik Peternakan Gunawan farm, Jajat Sudrajat (53) menjelaskan diturunkannya pakan ayam berdampak pada telur yang ditetaskan.
"Normalnya berat 1 butir telur 60 gram tetapi sekarang hanya 50-55 gram beratnya," ungkapnya kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (15/10/2021).
Pengaruh pakan ayam, tidak berdampak ke kandungan protein dan ukuran telur, hanya perubahan warna saja.
Jajat menambahkan telur segar bila direbus kulit dan telurnya akan menyatu ketika dikupas.
"Hal itu terjadi hanya direbus saja, caranya diamkan telur selama satu hari untuk tidak terjadi hal tersebut, beda halnya bila telurnya di goreng," jelasnya.
Setiap harinya ayam akan diberi makan selama dua kali pada jam 7 pagi dan jam 3 sore, biasanya ayam akan menetas pada jam 10 pagi dan 4 sore.
Pemilik dan Pengelola Peternakan Gunawan Farm, Ariet (54) menjelaskan perubahan warna telur biasanya pada ayam yang stres atau kepanasan.
"Warna coklat tebal menandakan telur yang kualitasnya bagus sedangkan berwarna putih atau lebih pucat itu kurang bagus," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/salah-satu-lokasi-peternah-ayam-telur-di-jalan-pangkalan-batu-gang-haji-rais-semplak-bogor-barat.jpg)