Breaking News:

IPB University

Pakar Ekowisata IPB University Ingatkan Pengelolaan Wisata Toba Tak Melupakan Aspek Sosial Budaya

interpretasi alam Toba melalui film kepada pengunjung juga perlu ditambahkan obyek biologi, geologi, dan sosial budaya.

KOMPAS.com/Yoga Sukmana
Ilustrasi - Peternak ikan sedang menebar pakan ikan di keramba budidaya ikan Danau Toba. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Prof Harini Muntasib, pakar ekowisata dari IPB University menyampaikan tentang optimalisasi sektor pariwisata Danau Toba melalui pengembangan wisata berwawasan lingkungan.

Ia menerangkan, branding Danau Toba sebagai danau dengan gunung berapi paling aktif di dunia perlu pertajam.

Dosen IPB University itu menyebut, dalam interpretasi alam Toba melalui film kepada pengunjung juga perlu ditambahkan obyek biologi, geologi, dan sosial budaya.

Menurutnya, jejak letusan Toba sebagai museum alam yang luar biasa perlu disorot.

Ia mencontohkan, misalnya jejak berupa endapan piroklasik dan mata air panas.

Di sisi lain, terdapat endapan lahar dan endapan diatom pembentuk danau yang sering diabaikan sebagai obyek geologi.

Tidak hanya itu, beragam jenis tumbuhan bumbu dan obat di sekitar Danau Toba sebagai produk hasil hutan juga dapat menjadi daya tarik. Danau Toba juga memiliki berbagai jenis ikan endemik yang menarik untuk ditelusuri.

“Ada interaksi antara alam dengan masyarakat, sehingga membentuk budaya yang khas sekali, dimana masyarakat di sekitar Toba membentuk adaptasi-adaptasi, mitos dan sejarah, ini semua adalah bahan tema-tema dalam konteks interpretasi sebenarnya. Alam berbicara kepada pengunjung, berbicara kepada masyarakat,” ungkap Prof Harini Muntasib dalam International Conference Heritage of Toba: Natural and Cultural Diversity yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Kompas, secara daring beberapa waktu lalu.

Dosen IPB University dari Fakultas Kehutanan dan Lingkungan itu juga menyebut, peta wisata atau perencanaan interpretasi dapat disusun dalam rangka pengembangan. 

Dari data tersebut, dapat dibangun juga information center bagi para pengunjung wisata.  

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved