Breaking News:

Warisan dari Leluhur, Abah Didih Ungkap Filosofi Gerakan Aliran Silat Cimande

Menurutnya, Silat Cimande memiliki beberapa ciri yang membedakan dengan aliran silat lainnya.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Didih Supriadi selaku pembina Saung Pelestarian Penca Pusaka Cimande 

“Kemudian untuk jurus pertama itu tonjok bareng dengan menggunakan dua tangan kemudian jurus yang kedua menggunakan satu tangan," kata dia.

Menurutnya, filosofinya itu adalah kita berasal dari dua kemudian jadi satu.

"Kita berasal dari orang tua kita yang bertemu kemudian jadilah kita. Filosofi itu sudah sejak lama kita pertahankan dan tidak ada yang mengubah karena merupakan warisan leluhur,” tambahnya.

Pencak Silat Cimande ini selain untuk mengolah rasa lewat gerakan juga untuk mengolah raga.

“Jika dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari, untuk gerakan olahraga kita ambil contoh bermain bulu tangkis. Gerakan severnya itu seperti gerakan ‘selup’. Kemudian untuk gerakan mencangkul pun sama. Para petani tidak mengepal tangannya bersamaan. Akan tetapi, depan satu belakang satu dan kaki kuda-kuda kemudian menarik cangkulnya. Itu namanya gerakan besotan atau tarikan. Filosofi dari semua gerakan ini mengandung makna ,” jelasnya.

Kendati demikian, Abah Didih menjelaskan makna dari keseluruhan filosofi dari gerakan aliran penca silat Cimande ini ditujukan untuk menemukan jati diri yang sejati dan mengandung arti untuk menemukan makna kehidupan yang sebenarnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved