IPB University

Dosen IPB Sebut Teknologi Drone Dinilai Mampu Mempermudah Proses Sertifikasi Benih

Observasi mengenai identifikasi batas lahan dengan drone dilakukan secara otomatis dengan rute terprogram agar akuisisi data lebih akurat.

IPB University
Ahmad Zamzami, Dosen IPB University dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB University 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sertifikasi benih bagi kegiatan produksi benih diperlukan agar memenuhi persyaratan internal quality control.

Harapannya dapat menerbitkan benih terbaik bagi masyarakat.

Dari pandangan akademisi, Ahmad Zamzami, Dosen IPB University dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian menyebutkan proses sertifikasi benih di lapangan tergolong rumit.

“Saat ini, pemeriksaan benih dilakukan secara manual berdasarkan dokumen. Padahal masih ada pemeriksaan global untuk memeriksa kondisi pertanaman secara menyeluruh. Dan pemeriksaan pada setiap sampel, jumlah dan lokasinya pasti tidak sedikit,” ujarnya dalam Webinar ProPakTani Episode 147 menilik tema “Penggunaan Drone dalam Sertifikasi Benih Tanaman” oleh Balai Besar PPMBTPH (Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura) dan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan RI.

Terjun sebagai produsen benih, ia mengatakan bahwa pemeriksaan secara konvensional relatif sulit dan membutuhkan waktu.

Luas pemeriksaan bagi PBT (Pengawas Benih Tanaman) meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan benih bermutu.

Di sisi lain, jumlah PBT semakin berkurang dan kinerja makin berat.

Salah satu solusinya, lanjutnya, yakni melalui pemanfaatan drone pada kegiatan sertifikasi benih.

Pada tahun 2019, uji coba secara sederhana dengan drone sudah dilakukan.

Observasi mengenai identifikasi batas lahan dengan drone dilakukan secara otomatis dengan rute terprogram agar akuisisi data lebih akurat.

“Memang yang namanya penerapan teknologi bisa kita buat levellingnya, tidak harus langsung high tech karena teknologi ( drone) belum sebetulnya siap untuk sertifikasi dan memenuhi kebutuhan kita,” ungkapnya.

Lebih jauh lagi, drone dengan sensornya dapat menawarkan penampakan tanaman dari sisi lain. 

Seperti tanaman dengan vigoritas rendah dan mengevaluasi galur tanaman.

Menurutnya, estimasi hasil panen juga dapat dilakukan dan telah diterapkan di beberapa negara. Kegiatan seperti phenotyping untuk menemukan CVL (Campuran Varietas Lain) dan tipe simpang dapat dilakukan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved