Cabuli 13 Anak, Pelatih Voli Ancam Korban yang Hamil 8 Bulan Minum Pil Penggugur Kandungan

Dari total 13 korban pencabulan pelatih voli, satu korban saat ini diketahui sedang hamil 8 bulan.

Penulis: Uyun | Editor: Ardhi Sanjaya
Kolase
Ilustrasi - Cabuli 13 anak, pelatih voli ancam korban yang hamil 8 bulan 

Dua orang anak dari 13 korban LK bahkan dinodai sampai lebih dari lima kali.

FOLLOW:

"Dari hasil pemeriksaan kami dari 13 anak ini, dua orang anak sampai disetubuhi lebih daripada lima kali,"

"Salah satunya saat ini tengah hamil sampai dengan 8 bulan," kata Agil dikutip TribunnewsBogor.com dari Youtube TVOne News, Selasa (19/10/2021).

Ketika mengetahui korban hamil, pelaku sempat kalang kabut dan mengancam korbannya untuk bungkam.

“Setelah tahu korban hamil, tersangka ini bilang jangan lapor orangtua atau polisi,” ujar Budi.

Baca juga: Sudah Lihat Bukti Pembunuhan Tuti Amel, Terungkap Alasan Pengacara Yoris dan Danu Rela Tak Dibayar

Tak ingin ke hamilan korban membongkar kebejatannya, pelaku sempat memberikan pil penggugur kandungan.

Karena tak mempan juga, pelaku membawa korban ke dukun untuk meng gugurkan kandungannya.

"Untuk dua korban yang disetubuhi lebih dari lima kali salah satunya hamil 8 bulan, menurut korban tersebut pelaku sempat memberikan seperti pil untuk men gugurkan kandungan dan mengajak ke dukun anak," jelas Agil.

Meski begitu Agil menyebut, kondisi kandungan korban sampai saat ini sehat dan berkembang.

"Namun sampai dengan sekarang kondisi kandungan anak tersebut sehat, bertumbuh kembang dengan baik," jelas AKP Agil.

Ilustrasi - Sisiwi SMP dihamili duda
Ilustrasi - Sisiwi SMP dihamili duda (kolase Tribun Bogor/istimewa)

Sementara itu, ketika dituding mencabuli AN hingga hamil, sang pelaku LK justru menanggapi santai.

Menurutnya, ia sudah menganggap AN sebagai anaknya sendiri.

LK juga berdalih hubungannya yang dilakukan dengan AN atas dasar suka sama suka.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved