Cabuli 13 Anak, Pelatih Voli Ancam Korban yang Hamil 8 Bulan Minum Pil Penggugur Kandungan

Dari total 13 korban pencabulan pelatih voli, satu korban saat ini diketahui sedang hamil 8 bulan.

Penulis: Uyun | Editor: Ardhi Sanjaya
Kolase
Ilustrasi - Cabuli 13 anak, pelatih voli ancam korban yang hamil 8 bulan 

“Suka sama suka. Wes tak rumati, asline yo biasa (sudah saya rawat, aslinya ya biasa),” kata LK.

Baca juga: Fakta Cerita Danu Terkuak, Keponakan Tuti Dicecar Polisi soal Pengakuan Bersihkan TKP Pembunuhan

Sedangkan terhadap 12 anak didiknya yang menjadi korban pencabulannya, tersangka LK membantah.

Ia mengaku hanya merangkul korban saja.

“Yang 12 itu cuma rangkul saja," kata LK.

Saat ini, Agil menyebut kondisi 11 korban pencabulan LK secara psikologis sudah membaik.

"Korban pencabulan 11 orang saat ini secara psikologis sudah tidak begitu depresi atau ada tekanan,"

"Karena dari pihak keluarga memberikan support," ungkap Agil.

barang bukti pelaku pencabulan di Demak
barang bukti pelaku pencabulan di Demak ()

Sementara itu, LK diduga sudah melancarkan aksinya sejak tahun 2019.

Pelaku merayu korban dengan iming-iming akan memberi hadiah sepeda motor, kaus, sepatu dan deker.

Agil menambahkan, korban berusia rata-rata 14 - 17 tahun saat mendapatkan perlakuan tersebut.

"Untuk korban pada saat kejadian mereka rata-rata 14 - 17 tahun, sehingga masih dikategorikan anak-anak," ucap Agil.

Baca juga: Jejak Pelaku Terungkap, Ahli Forensik Temukan Bukti di Kuku Amalia, Korban Diduga Sempat Melawan

Masih dijelaskan Agil, LK merupakan pelatih voli yang membuat timnya sendiri dengan merekrut anak-anak sekolah yang memiliki potensi.

"Merekrut anak sekolah baik dari sekolah wilayah Karang Awen, Guntur, dan sekitarnya," sambung Agil.

"Kemudian karena si korban merasa terbantu diajak ke klub, ternyata bukan diperlakukan sebagai anak didik, namun dilakukan pencabulan," katanya.

Ilustrasi - korban rudapaksa
Ilustrasi - korban rudapaksa (thenewsminute.com)

Setelah 13 anak dilakukan pemeriksaan, Agil mengatakan belum ada lagi korban yang melapor.

Pihaknya berharap, tak ada lagi penambahan korban pencabulan yang dilakukan LK.

"Harapan kami tidak ada lagi, karena berawal dari 10 anak sebenarnya kemudian jadi 13 anak," pungkasnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved