Breaking News:

Dua Kali Masuk Gorong-gorong Zaman Belanda, Bima Arya Temukan Ini : Lebih Panjang

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dua kali masuk ke dalam gorong-gorong yang diduga dibuat pada zaman Belanda.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat persiapan masuk ke dalam goronf gorong di sekitar areq Dep Stasiun Bogor Jalan MA Salmun 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dua kali masuk ke dalam gorong-gorong yang diduga dibuat pada zaman Belanda.

Pertama Bima Arya masuk ke dalam gorong-gorong di Jalan Nyi Raja Permas.

Selanjutnya selang sekitar satu bulan, pada Sabtu (23/10/2021), Bima Arya kembali masuk ke dalam gorong-gorong.

Dengan menggunakan sepatu boots kemudian helm, Bima Arya masuk ke dalam gorong-gorong dengan didampingi oleh tim dari PUPR Kota Bogor.

Dari hasil observasi di dalam gorong-gorong itu, kata Bima, saluran tersebut memiliki satu kesatuan dengan titik yang ada di Jalan Nyi Raja Permas.

"Ternyata setelah ditelusuri ada ruang-ruang yang lebih panjang yang bisa ditelusuri begitu, dan tadi saya turun lihat materialnya sama kontruksinya sama bagian dari titik-titik sebelumnya," kata Bima.

Namun untuk hasil akhir dari penelitian gorong-gorong ini, kata Bima, pihaknya masih menunggu proses tim kajian dari Universitas Pakuan, Bogor Historia, kemudian Balai Arkeologi Jawa Barat dan dinas.

"Akhir bulan kita lihat hasilnya seperti apa, rekomendasinya seperti apa," ujarnya.

Untuk kembali memfungsikan saluran jaman Belanda ini, kata Bima, dibutuhkan kajian teknis yang matang terkait kondisi kontruksi apakah masih kuat atau tidak.

Karena dari hasil observasi di dalam, ia menemukan ada sejumlah titik yang kontruksinya rapuh karena tergerus air.

"Kita lihat kajian dari tim seperti apa apakah bisa difungsikan, karena kan pekerjaan tidak mudah ini kan meneruskan itu harus membangun lubang baru titik baru untuk penelusuran sepeti apa perlu ada penelusuran dan pembiayaan lagi," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved