Cerita Puluhan Warga Keracunan Usai Santap Nasi Boks Dari Partai, Korban: Isinya Telur dan Tempe

Nasi boks yang diterima warga itu dikabarkan dari perwakilan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Penulis: Damanhuri | Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Gerald Leonardo Agustino/ Tribun Jakarta
Rice box PSI yang dibagikan kepada warga RW 06 Kelurahan Koja, Koja, Jakarta Utara. 23 warga keracunan setelah mengonsumsi nasi boks tersebut Minggu (24/10/2021) kemarin. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Puluhan warga mengalami keracunan seusai menyantap nasi boks dari partai.

Para korban mengalami pusing hingga muntah-muntah setelah memakan nasi boks yang diberikan oleh partai pada Minggu (24/10/2021) sore.

Peristiwa keracunan massal ini dialami 23 warga RW 06 Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Nasi boks yang diterima warga itu dikabarkan dari perwakilan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Tak hanya itu, dibagian bungkus nasi boks itu bertuliskan #RiceBoxPSI.

TONTON JUGA:

Anah (49) seorang warga yang turut menyantap nasi boks dari PSI menceritakan apa yang dirasakannya saat itu,

Menurutnya, rice box dengan logo PSI yang diterimanya terlihat seperti nasi boks pada umumnya.

Ia juga menyebut, tak ada bau tidak sedap maupun rasa aneh dari nasi boks tersebut.

Anah baru merasakan gejala pusing pada pukul 00.00 WIB dini hari.

Awalnya Anah tak merasakan apapun karena suaminya yang juga menyantap nasi boks tersebut sehat-sehat saja.

Ia pun meminta diurut oleh sang suaminya hingga berujung muntah-muntah.

"Jadi nggak bisa tidur, ngadep sana sini sakit. Pas diurut perutnya, malah muntah jam 1.30 WIB," ucap Anah dikutip dari Tribun Jakarta

Masih pada malam tadi, Anah lalu mendapati bahwa tetangga-tetangganya yang lain ternyata mengalami gejala serupa.

"Sebelumnya kata ibu-ibu ada yang muntah. Tapi aku nggak ngerasa apa-apa pas sore, malemnya aja baru kerasa," ucap Anah.

Isi Nasi Boks

Salamah (59), salah seorang warga menyatakan, nasi boks tersebut diberikan kepadanya sekitar pukul 16.00 WIB kemarin sore.

Salamah yang sedang berada di kediamannya diminta memakai masker saat beberapa petugas PSI membagikan nasi boks tersebut.

"Saya disuruh pakai masker, terus saya dikasih nasi. Dikasih orang partai PSI," ucap Salamah di lokasi, Senin (25/10/2021).

Salamah (59), warga RW 06 Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, yang keracunan nasi boks PSI.
Salamah (59), warga RW 06 Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, yang keracunan nasi boks PSI. (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

Salamah menyantap nasi boks tersebut sekitar pukul 17.00 WIB.

Ia baru merasakan gejala keracunan makanan empat jam setelahnya.

Seingat dia, rice box tersebut berisi nasi putih, sayur buncis, dan lauk berupa tahu, tempe, serta telur.

"Berasanya mah udah malam jam 9. Berasanya mual, pusing, muntah. Makan jam 5, kerasanya jam 9. Itu isinya telur, tempe, buncis, kemangi, sama selada," kata Salamah.

Selepas dirinya muntah-muntah, Salamah lalu dibawa ke RSUD Koja untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Kini, ia masih merasakan pusing-pusing meskipun sudah tak lagi mual maupun muntah.

"Saya kemarin diambil darah, cek jantung. Sekarang masih agak puyeng dikit," ucap Salamah.

Korban 23 orang

Ketua RW 06 Kelurahan Koja, Suratman mengatakan, nasi boks atau rice box tersebut diberikan kepada 80 orang warganya kemarin sore.

Dari 80 orang yang menyantap hidangan nasi boks tersebut, 23 di antaranya mengalami keracunan.

Pada setiap boks makanan itu juga terdapat logo Partai Solidaritas Indonesia disertai dengan tulisan #RiceBoxPSI.

Suratman mengatakan, puluhan rice box tersebut diberikan oleh perwakilan PSI yang merupakan kenalan dari warga RW 06 Kelurahan Koja.

"Yang memberikan dari perorangan. Jadi warga saya punya teman, kegiatan sih nggak ada. Diberikan, diterima, akhirnya disalurkan ke RT/RW," ucap Suratman.

"Yang saya tahu iya, (dari PSI). Tapi ini musibah, yang penting nanti ada koordinasi," imbuhnya.

Adapun 23 warga yang keracunan sudah menjalani perawatan di RSUD Koja setelah mereka mengalami gejala kesehatan serupa kemarin sore.

Dari jumlah tersebut, 18 orang sudah pulang ke rumah masing-masing sedangkan lima orang masih dirawat inap.

"Sebagian sudah pulang, saat ini masih ada yang rawat inap lima orang," kata Suratman.

Respon PSI

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta buka suara soal adanya puluhan warga Kelurahan Koja, Jakarta Utara yang keracunan setelah menyantap rcebox PSI.

Ketua DPW PSI DKI Jakarta, Michael Victor Sianipar, mengatakan, pihaknya tak membuat sendiri makanan yang dibagikan kepada warga dalam bentuk ricebox itu.

"Kami membagikan dan menghimpun dukungan program ricebox ini dari publik, bekerjasama dengan warung-warung dan UMKM," ucapnya, Senin (25/10/2021).

Ketua DPW PSI Jakarta, Michael Victor Sianipar, saat berbicara pada konferensi pers di kantor DPP PSI, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019)
Ketua DPW PSI Jakarta, Michael Victor Sianipar, saat berbicara pada konferensi pers di kantor DPP PSI, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019) (TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat)

Michael menyebut, saat ini sudah lebih dari 300 ribu ricebox yang dibagikan PSI di seluruh Indonesia dan selama ini semuanya berjalan baik. 

"Ricebox PSI esensinya adalah mendukung UMKM yang terdampak pandemi dan kami membeli makanan dari UMKM agar ekonomi kerakyatan semakin menggeliat," ujarnya.

PSI pun memohon maaf atas kejadian kemarin dan berharap makanan yang dibagikan itu bisa menjadi berkah bagi masyarakat.

Michael menerangkan, PSI juga sudah berkoordinasi dengan puskesmas dan rumah sakit untuk memastikan seluruh warga Koja yang keracunan tertangani dengan baik.

"Kami juga telah memberikan bantuan bagi para korban keracunan makanan. Kami juga menindaklanjuti dan mendalami pemilik warung," tuturnya.

Ia pun memastikan, sang pemilik warung sudah mengakui kelalaiannya dan meminta maaf kepada korban yang mengalami keracunan.

"Pemilik warung sudah menyampaikan minta maafnya, baik kepada kami dan warga yang keracunan makanan. Kami akan memastikan hal serupa tidak terjadi," kata dia.

(TribunnewsBogor.com/Tribun Jakarta)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved