Breaking News:

Deklarasi Rembuk Stunting, Bima Arya Harap Tekan Angka Stunting di Kota Bogor

“Komitmen dan deklarasi yang dibacakan secara lisan serta dikuatkan harus diturunkan dalam rencana-rencana kegiatan,” jelas Bima Arya.

Editor: Mohamad Rizki
Istimewa/Pemkot Bogor
Wali Kota Bogor, Bima Arya memimpin pembacaan komitmen dan deklarasi Rembuk Stunting yang diikuti para kepala dinas, camat dan lurah yang hadir secara hybrid dalam acara Rembuk Stunting Kota Bogor Tahun 2021 di Hotel Salak The Heritage, Kota Bogor, Senin (25/10/2021). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Wali Kota Bogor, Bima Arya memimpin pembacaan komitmen dan deklarasi Rembuk Stunting yang diikuti para kepala dinas, camat dan lurah yang hadir secara hybrid dalam acara Rembuk Stunting Kota Bogor Tahun 2021 di Hotel Salak The Heritage, Kota Bogor, Senin (25/10/2021).

Selain itu, Bima Arya bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah menyaksikan pengukuhan Bunda Peduli Stunting Tingkat Kecamatan oleh Bunda Peduli Stunting Kota Bogor, Yantie Rachim.

Rembuk stunting yang dilaksanakan dimaknai Bima Arya sebagai sesuatu yang berfungsi untuk menguatkan dan menyatukan kembali pemahaman tentang stunting dari hulu ke hilir agar memiliki frekuensi yang sama dan merapikan rencana kegiatan di lintas sektor.

“Komitmen dan deklarasi yang dibacakan secara lisan serta dikuatkan harus diturunkan dalam rencana-rencana kegiatan,” jelas Bima Arya.

Bima Arya menegaskan, upaya pencegahan dan penanganan stunting yang memiliki dampak multidimensi serta memiliki rentang waktu yang panjang, merupakan tanggung jawab semua pihak.

Selain itu juga, intervensi spesifik tertentu oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) dan intervensi sensitif oleh perangkat daerah non kesehatan.

Bima Arya menyebut, ada tiga kunci yang menjadi dasar yakni dasar hukum, penganggaran dan kolaborasi.

“Dasar hukum atau regulasi merupakan modal yang cukup kuat.

Khusus penganggaran saya mohon untuk dicek kembali dan dalam penerapannya di kolaborasikan dengan semua, baik dengan internal maupun eksternal,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, ia meminta Sekda, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) serta dinas terkait memastikan sinkronisasi antara bottom up dan top down terintegrasi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved