Breaking News:

Sebut Sanksi Komdis PSSI ke Peserta Liga 1 dan 2 Tak Wajar, Pengamat: Harusnya Tanggung Jawab LIB

Akmal menyoroti denda yang didapat Komdis dari hukuman terhadap klub sebesar Rp 916 juta dengan total 26 kasus per 17 Oktober 2021.

Penulis: Yudistira Wanne | Editor: Vivi Febrianti
dok pribadi Akmal Marhali
Akmal Marhali saat menjadi pembicara tentang olahraga Indonesia 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Pengamat sepak bola nasional, Akmal Marhali mengkritisi kinerja Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang memberikan sanksi kepada sejumlah klub peserta Liga 1 dan 2 2021 yang dianggap tidak masuk akal.

Akmal menyoroti denda yang didapat Komdis dari hukuman terhadap klub sebesar Rp 916 juta dengan total 26 kasus per 17 Oktober 2021.

Lanjut Akmal, denda yang didapat dari klub peserta dengan kasus keterlambatan kick off pertandingan seharusnya tidak diberatkan kepada tim yang berstatus sebagai tuan rumah.

"Banyak putusan yang tidak masuk logika hukum, kasus keterlambatan kick off misalnya memberikan setoran terbanyak hampir Rp 500 juta. PSM, PSS, Madura United menyetor masing-masung Rp 100 juta (dua kali terlambat)," ujarnya.

Akmal menegaskan bahwa tanggung jawab terkait kick off pertandingan, seharusnya menjadi tanggung jawab operator penyelenggara kompetisi.

"Secara logika harusnya keterlambatan kick off menjadi tanggung jawab LIB sebagai penyelenggara kompetisi bubble to bubble karena tidak ada klub yang sejatinya mempekerjakan panpel sendiri layaknya di kompetisi normal," bebernya.

Sementara itu, Akmal juga mengungkapkan, seharusnya denda yang dibayarkan klub peserta dipergunakan untuk sarana edukasi agar pemain atau klub lebih baik lagi ke depannya.

"Harusnya sanksi uang yang dijatuhkan digunakan untuk pembinaan terhadap pelanggar sanksi. Misalnya, edukasi rule of the games sampai untuk konsultasi ke psikiater untuk terhukum perilaku buruk," ucap Akmal.

Selain itu, dari surat keputusan Komdis PSSI, total terdapat 12 kasus dari empat pelanggaran di Liga 1 yaitu kartu merah langsung (3 kasus), keterlambatan kick-off (5), lima kartu kuning atau lebih dalam satu laga (3), dan tamu VIP masuk ruang ganti (1). 

Sedangkan di Liga 2, terdapat ttotal 14 kasus yang disidangkan di antaranya perilaku mendiskreditkan keputusan PSSI (1 kasus), melanggar fair play (4), keterlambatan kick-off (7), dan lima kartu kuning atau lebih dalam satu laga (1). 

Hukuman sanksi juga didapat pelatih Persijap Jaya Hartono yang dihukum 1 bulan tidak bisa mendampingi tim.

Kemudian, penyerang Badak Lampung,  TA Musyafry dihukum 6 laga dengan Liga 2  yang hanya mempertandingkan 10 laga.

Selanjutnya ada nama Heri Setiawan yang mendapat hukuman selama 6 bulan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved