Breaking News:

Strategi Pemulihan Ekonomi Daerah, Bima: Semua Kepala Daerah Belajar Banyak di Masa Pandemi

Tak ayal dalam menekan angka terpapar Covid-19 dilakukan melalui kolaborasi dengan Pemerintah provinsi dan pemerintah pusat

Editor: Mohamad Rizki
Istimewa/Pemkot Bogor
Bank Indonesia (BI) menggelar Sharing Session Webinar Economic Leadership for Regional Government Leader (REL) dengan tema Strategi Pemulihan Ekonomi Daerah secara zoom meeting, Senin (1/11/2021). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Bank Indonesia (BI) menggelar Sharing Session Webinar Economic Leadership for Regional Government Leader (REL) dengan tema Strategi Pemulihan Ekonomi Daerah secara zoom meeting, Senin (1/11/2021).

Beberapa pembicara hadir pada sharing sessions ini tak terkecuali Wali Kota Bogor, Bima Arya yang juga menjabat sebagai Ketua APEKSI.

"Semua kepala daerah belajar banyak di masa Pandemi.

Kita belajar bagaimana mengkombinasikan antara kesehatan sekaligus pemulihan ekonomi," ujar Bima Arya.

Bima Arya mengatakan, semua kepala daerah PR-nya sama, di satu sisi harus menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa manusia, dalam konteks prokes, disisi lain ada kebutuhan untuk pemulihan ekonomi dan ini tidak mudah.

Tak ayal dalam menekan angka terpapar Covid-19 dilakukan melalui kolaborasi dengan Pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

"Kita juga harus segera beranjak dari masa emergency, menuju masa-masa pemulihan. Dan ini momentum yang tercipta ketika prokes relatif sudah bisa dikendalikan, kita ambil peluang dari relaksasi normalisasi yang sudah dilakukan setelah kondisi membaik," tuturnya.

Terkait percepatan ekonomi diperlukan kolaborasi dan dukungan dari semua.

Mengingat bukan saja mengembalikan dari negatif ke nol namun dari nol kemudian ada multi player effect supaya mendapatkan keuntungan lebih banyak lagi.

Ia menyebutnya, ekonomi rebound yakni harus jeli melihat ada peluang, ada model, ada norma dan ada pendekatan baru yang harus ditangkap untuk kemudian menghasilkan hal-hal positif yang lebih menguntungkan. Namun siklus penyelamatan dan percepatan akan mundur lagi jika ada tren baru Covid-19.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved