Breaking News:

Biskita Sudah Mulai Beroperasional, DPRD Kota Bogor Ingatkan Soal Pogram Rerouting dan Nasib Sopir

Lebih lanjut, ZM kembali mengingatkan agar memerhatikan nasib para supir angkot yang dijadikan supir bus.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Biskita Trans Pakuan program kolaborasi anatara Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek dengan Pemkot Bogor yang mulai diopersionalkan hari ini, Selasa 12 November 2O21. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Biskita Trans Pakuan yang merupakan transportasi massal di Kota Bogor kini sudah mulai mengaspal.

Transportasi massal ini bukanlah hal yang baru, karena sebelumnya Kota Bogor sudah memiliki Bus Trans Pakuan.

Namun dalam perjalanannya, Bus Trans Pakuan mengalami sengkarut hingga akhirnya berhenti beroperasi.

Pada tahap awal ini, ada 10 unit Biskita yang mengaspal di koridor 5 rute Ciparigi - Stasiun Bogor.

Hadirnya transportasi massal ini tak lepas dari peran pemerintah pusat  yakni Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Kementerian Perhubungan yang memberikan subsidi melalui skema BTS atau Buy The Service.

Di awal operasional ini, transportasi yang disebut menggantikan tiga angkot tidak layak pakai menjadi satu bus ini digratiskan bagi penumpang.

Kehadiran Biskita pun mendapat sorotan dari Ketua Komisi III Zaenul Mutaqin yang meminta agar Pemerintah Kota Bogor dan Wali Kota Bogor Bima Arya mengelola bus baru ini dengan sangat baik.

"Jangan terlelap dalam euforia, perawatan bus harus diperhatikan, terlebih keberadaan bus ini masih full subsidi pemerintah karena gratis. Jangan sampai nanti di akhir tahun malah sudah rusak," ujar pria yang akrab disapa ZM.

ZM yang juga menjabat sebagai ketua Fraksi PPP DPRD Kota Bogor itu mendukung keberadaan bus dan program Buy The Service (BTS) di Kota Bogor.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved