Kisah Yusuf, Pemuda Asal Cisarua yang Sukses Sulap Barang Bekas Menjadi Robot

Di tangan Yusuf (29), barang bekas bisa diolah menjadi benda yang bernilai jual tinggi.

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Karakter Robot dari Bahan-Bahan Bekas yang Dihasilkan Yusuf, Jumat (5/11/2021) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA – Di tangan Yusuf (29), barang bekas bisa diolah menjadi benda yang bernilai jual tinggi.

Tidak tanggung-tanggung, barang bekas tersebut diolah oleh warga Kampung Rawa Dulang, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor itu menjadi robot.

“Total saat ini saya sudah buat 10 karakter robot,” ucapnya kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (5/11/2021).

Ia menambahkan, karakter-karakter robot yang dibuatnya itu mulai dari serangga, kemudian sampai karakter ikan.

Yusuf menerangkan, karakter robot yang dibuatnya itu terinspirasi dari film berbau robot.

“Kira-kira tahun 2014 saya mulai membuat robot. Terinspirasi dari film Transformers kemudian Comen Raider. Pokonya yang berbau robot. Untuk yang serangga baru-baru ini saya buat,” jelasnya.

Adapun bahan-bahan yang digunakan oleh Yusuf untuk membuat karakter robot itu terbilang sederhana.

Mulai dari kaleng bekas oli, korek gas bekas, dan paku ripet.

Untuk mendapatankannya pun menurut Yusuf dapat dengan mudah ditemukan.

“Bahannya sederhana kok. Belum ada yang ribet,” tambahnya.

Yusuf menambahkan, saat ini pun pembuatannya masih dilakukan secara manual.

“Karena lebih enak manual. Robot-robotnya pun terbilang masih belum ada yang ribet pembuatannya,” jelasnya.

Perjalanan Yusuf membuat karakter Robot dari barang bekas mulai diminati oleh para kolektor.

Kepercayaan diri Yusuf mulai meningkat semenjak robot yang dibuatnya terjual.

“Awalnya sih gak percaya diri buat ngejualnya. Tapi saya beranikan posting di facebook ternyata ada yang beli. Harganya 150 ribu,” jelasnya.

Tidak disangka-sangka, semenjak saat itu para kolektor mukai melirik robot sederhana Yusuf.

“Dari situ mulai rame. Pernah 20 item terjual dalam satu bulan,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahkan saat ini penjualannya sudah sampai di berbagai daerah Indonesia.

“Alhamdulillah daerah Jabodetabek sudah ada yang beli. Bahkan yang terakhir pesan itu dari Jayapura,” jelas ia.

Kendati demikian, para kokektor yang menginginkan robot sederhana buatan Yusuf, harus bersabar karena robot buatan Yusuf tidak memiliki stok khusus.

“Kalau ada yang pesan ya baru saya bikin. Tapi, saya juga sering di keseharian saya membuat robot-robot. Tapi, yang namanya pesananan kan sesuai selera yang pesan. Jadi harus disesuaikan dulu,” tambahnya.

Adapun menurut Yusuf proses pembuatan robot tidak memakan waktu lama.

Sekira 2 hari Yusuf sudah bisa menyelesaikan proses pembuatan robot dari barang bekas.

“Paling cepet itu 2 hari baru selesai. Kalau untuk karakter serangga ya mungkin sehari juga selesai. Sesuai dengan selera saja,” ucap ia.

Untuk mengembangkan usahanya saat ini, menurut Yusuf, dirinya sudah mulai aktif di mempromosikan di berbagai sosial media.

Hal tersebut menurut Yusuf dilakukan untuk menarik para kolektor lain.

“Untuk promosi-promosi aja sih. Biasanya saya aktif di Facebook dan Youtube. Siapa tau lewat sosial media kan bisa orang lihat,” pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved