Breaking News:

Hari Pahlawan

Cerita Dewi Yull Soal Pahlawan Nasional Tirto Adhi Soerjo, Sempat Lama Terlupakan

Pada momentum itu Dewi Yull bercerita tentang sosok buyutnya yang memiliki andil dalam perjuangan Indonesia.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Dewi Yull Cicit Pahlawan Nasional Tirto Adhi Soerjo bersama Wali Kota Bogor meresmikan pergantian jalan Kesehatan Kota Bogor menjadi Jalan Tirto Adhi Surjo. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAH SAREAL - Pahlawan Nasional RM Tirto Adhi Soerjo merupakan buyut dari penyanyi kondang Dewi Yull.

Dewi Yull bersama anggota keluarganya yang juga cicit dari Pahlawan Nasional Adhi Soeryo, ikut menghadiri peresmian pergantian nama jalan kesehatan di Kelurahan Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, menjadi Jalan Tirto Adhi Soerjo.

Pada momentum itu Dewi Yull bercerita tentang sosok buyutnya yang memiliki andil dalam perjuangan Indonesia.

Dewi Yull bercerita buyutnya meninggal dunia diusia 37 tahun.

Tirto dimakamkan di TPU Blender, Kelurahan Kebon Pedes, Kota Bogor.

Ayah Dewi Yull yakni Raden Mas Sundaryo merupakan cucu dari Pahlawan Nasional Tirto Adhi Soerjo.

Tirto yang memiliki peran penting dalam perjuangan Bangsa Indonesia aktif di bidang jurnalistik.

Meski baru dikukuhkan menjadi Pahlawan Nasional 2006 lalu, namun pada masa orde baru Tirto pernah mendapat penghargaan sebagai perintis pers di Indonesia dan kini namanya diabadikan menjadi nama jalan di Kota Bogor.

"Bersyukur kepada Allah karena bagaiamanapun mutiara akan tetap bercahaya, bagaimanapun Raden Mas Tirto Adhi soerjo sempat lama terlupakan seperti yang dikatakan bapak walikota karena alasan politis tidak terungkapan atau dari data-data kisah perjuangannya masih tercecer dimana-mana," ujarnya Rabu (10/11/2011).

Dalam perjuangannya kata Dewi Tirto aktif dalam bidang jurnalistik.

Cerita tentang Tirto juga pernah diangkat dalam sebuah karakter yang ada di dalam buku karya Pramoedya Ananta Toer.

"Raden Mas Tirto Adhi Suryo pernah mendapat penghargaan sebagai perintis pers nasional, namun kondisi pada saat itu seperti terlupakan sampai ketika Pramoedya Ananta Toer penulis novel itu membuka bagaiaman karya karyanya Raden Mas Tirto," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved