Kisah Purwo Badut di Jalan Pajajaran Bogor, 20 Tahun Dagang Mie Ayam Kandas Ditelan Taman

Ia dilarang berjualan di lapak tersebut karena lokasinya dibangun sebuah taman. Padahal, Purwo sudah 20 tahun menjadi pedagang mie ayam.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Purwo mantan penjual mie ayam di wilayah Bogor Utara, terpaksa menjadi badut untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Purwo terpaksa harus kembali memutar otak ketika dilarang berjualan mie ayam di kawasan Bogor Utara, Kota Bogor.

Ia dilarang berjualan di lapak tersebut karena lokasinya dibangun sebuah taman.

Padahal, Purwo sudah 20 tahun menjadi pedagang mie ayam.

Kini ia memilih banting stir menjadi badut di simpang Jalan Pajajaran, Kota Bogor.

Sudah empat bulan Purwo menjadi badut.

Setelah digusur, Purwo berusaha ikhlas dan mencari tempat berjualan lain di wilayah Cilebut.

Namun di lokasi barunya itu mie ayam yang dijajakan Purwo tak terlalu laris.

Uang modal pun habis lantaran mie ayam yang dijualnya tidak selaku dulu.

Purwo penjual mie ayam di wilayah Bofor Utara terpaksa menjadi badut untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
Purwo penjual mie ayam di wilayah Bofor Utara terpaksa menjadi badut untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Tak mau berdiam begitu saja, Purwo mulai mencoba berjualan yang lain.

Ia pu sempat berjualan roti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tapi lagi-lagi hal tersebut tak membuatnya untung lantaran masih dalam kondisi PPKM.

Setelah mencoba berdagang, ia memutuskan mencari kerja.

"Terus saya ketemu teman diajak teman udah nnge badut aja, terus saya ikut, ya kerja apa ajalah yang penting halal dan berkah," katanya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved