Breaking News:

Maknai Sebagai Makhluk Berharga, Komunitas Perempuan Puisi Lantang Bacakan Sajak Karya WS Rendra

Maknai perempuan sebagai makhluk berharga, Komunitas Perempuan Puisi lantang bacakan sajak ‘Bersatulah Para Pelacur-Pelacur Kota Jakarta’ karya W.S. R

Penulis: Rahmat Hidayat | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Komunitas Perempuan Puisi saat Membacakan Puisi di Acara Ragam Lagam, Minggu (14/11/2021) malam.   

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TAMANSARI- Maknai perempuan sebagai makhluk berharga, Komunitas Perempuan Puisi lantang bacakan sajak ‘Bersatulah Para Pelacur-Pelacur Kota Jakarta’ karya W.S. Rendra.

Pembacaan puisi tersebut dibacakan bertepatan dengan acara ‘Ragam Lagam’ yang digelar oleh grup musik Katapel, Minggu (14/11/2021) malam.

“Dengan saya bacakan puisi ini mungkin bisa menjadi edukasi buat saya khususnya umumnya untuk para apresiator yang hadir di sini. Semoga pemaknaan saya sama dengan yang hadir mengenai puisi tersebut bahwa perempuan itu merupakan makhluk yang berharga,” ucap Amalia Sholihah sebagai pembaca puisi dari komunitas Perempuan Puisi kepada TribunnewsBogor.com usai acara.

Adapun makna lain dalam puisi tersebut yang ingin turut disampaikan oleh Komunitas Perempuan Puisi yaitu perempuan harus mengetahui batas kebebasan.

“Perempuan harus mempunyai sikap untuk tidak direndahkan bagaimanapun caranya. Mungkin puisi ini mengenai perempuan sebagai korban seks yang dijadikan sebagai dalih para penguasa. Tapi, jika ditarik pada sekarang, puisi tersebut harus dimaknai sebagai batas kebebasan perempuan. Walaupun ironisnya mungkin saat ini seks bebas banyak ditemukan,” tambahnya.

Sementara itu, dengan memaknai puisi tersebut Komunitas Perempuan Puisi berharap untuk para perempuan harus terus mempunyai sikap.

“Kalau suka sama suka itu merupakan ranah pribadi. Tapi, mari kita menjadi perempuan yang harus mempunyai sikap untuk tidak diperbudak oleh nafsu belaka,” tutupnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Komunitas Perempuan Puisi merupakan komunitas pegiat seni yang mewadahi bagi para perempuan untuk mengekspresikan diri lewat seni khususnya seni puisi.

Adapun beberapa bait puisi ‘Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta’ W.S. Rendra yakni

Pelacur-pelacur Kota Jakarta
Dari kelas tinggi dan kelas rendah
Telah diganyang
Telah haru-biru
Mereka kecut
Keder
Terhina dan tersipu-sipu
Sesalkan mana yang mesti kausesalka 
Tapi jangan kau lewat putus asa
Dan kaurelajab dirimu dibikin korban
Wahai pelacur-pelacur kota Jakarta
Sekarang bangkitlah
Sanggul kembali rambutmu
Karena setelah menyesal
Datanglah kini giliranmu
Bukan untuk membela diri melulu
Sesalkan mana yang kausesalkan
Tapi jangan kau rela dibikin korban

 
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved