Breaking News:

Pergeseran Tanah di Sukamakmur

Akses Jalan Tak Bisa Dilewati, Korban Pergeseran Tanah di Sukamakmur Bogor Masih Mengungsi

Sejumlah akses jalan di kampung tersebut sudah tak bisa lagi dilintasi secara normal karena badan jalan sudah berbentuk tak beraturan.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Ardhi Sanjaya
Pemkab Bogor
Pergeseran tanah di Kampung Cigadel RT 04/RW 03, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, SUKAMAKMUR - Pergeseran tanah melanda Kampung Cigadel, RT 04/03, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.

Sejumlah akses jalan di kampung tersebut sudah tak bisa lagi dilintasi secara normal karena badan jalan sudah berbentuk tak beraturan.

Tak ada laporan korban jiwa dalam bencana ini, namun sebanyak 180 lebih warga kampung tersebut terpaksa diungsikan karena tempat tinggal mereka kini berbahaya untuk ditempati.

"Pemkab Bogor sudah memerintahkan jajaran dinas terkait untuk segera menangani musibah bencana ini," kata Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan dalam kunjungannya ke lokasi, Selasa (16/11/2021).

Para warga terdampak pergeseran tanah ini mengungsi ke sebuah gedung sekolah dasar (SD) Negeri.

Di sana juga dibangun tenda darurat termasuk dibuka dapur darurat untuk pengungsi.

Bantuan-bantuan kemanusiaan berdatangan untuk mereka termasuk dari pemerintah setempat.

"Hari ini kita serahkan bantuan secara simbolis kepada warga yang terdampak. Melalui Posko bencana ini saya pastikan penyaluran bantuan harus teratur dan mencukupi kebutuhan,” kata Iwan.

Menurut data dari BPBD Kabupaten Bogor, korban terdampak pergeseran tanah yang mengungsi di Sukamakmur ini berjumlah sebanyak 182 orang (49 KK/41 rumah).

Sebanyak 163 orang diantaranya mengungsi ke SDN Gunung Batu dan 19 jiwa lainnya mengungsi ke rumah saudaranya.

Tercatat dari mereka diantaranya lansia sebanyak 8 orang, balita 5 orang dan bayi 5 orang.

"Kami terus pantau dan imbau masyarakat yang terancam untuk tidak berada di dalam rumah, karena masih ada pergerakan susulan," kata Kabid Ratik BPBD Kabupaten Bogor Aris Nurjatmiko.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved