Anies Cuma Angkat Jempol saat Ditanya Lokasi Formula E, Wagub DKI Berharap Dukungan dari Jokowi
Bahkan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hanya angkat jempol saat ditanya awak media terkait lokasi sirkuit Formula E tersebut.
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Ardhi Sanjaya
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Ajang balap Formula E yang akan diselenggarakan di Jakarta kembali jadi perbincangan.
Kali ini terkait penentuan lokasi lintasan balap atau sirkuit Formula E yang molor lagi dari rencana awal.
Bahkan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hanya angkat jempol saat ditanya awak media terkait lokasi sirkuit Formula E tersebut.
Anies ditanya awak media terkait penyelenggaraan Formula E sesaat setelah mengantar Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD ke mobilnya dari Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (16/11/2021).
Dilansir dari Kompas.com Selasa, selain ditanyakan soal lokasi sirkuit Formula E, Anies juga dicecar pertanyaan terkait persiapan ajang balap mobil listrik tersebut.
Anies memberikan isyarat melambaikan tangan dan mengangkat jempol kanannya.
Anies yang berseragam cokelat tersebut tidak menjawab sepatah kata pun terkait pertanyaan Formula E.
Dia hanya mengangkat alis dan langsung masuk ke Pendopo Gubernur DKI Jakarta.
Penentuan sirkuit Formula E dua kali alami penundaan Sebagai informasi, penentuan sirkuit Formula E sudah dua kali mengalami penundaan.
Direktur Pengelolaan Aset PT Jakpro sekaligus Managing Director Jakarta Eprix Gunung Kartiko menuturkan, lokasi balap Formula E baru bisa ditentukan akhir 2021 mendatang.
Baca juga: Tak Mau Kalah dari Polwan, Gaya Anies Baswedan saat Pamer Atraksi Moge Depan Kapolda Jadi Tontonan
Baca juga: Demi Maju Pipres 2024, Pengamat Sebut Anies Bakal Gunakan Cara yang Sama saat Tumbangkan Ahok
"Nanti FEO akan datang untuk survei Oktober ini, mapping semua, kemudian dibuat homologasi baru nanti dapat sertifikat, dan baru akan ditentukan yang bagus alternatif 1 atau 2," tutur Gunung.
Namun Gunung kembali merevisi pernyataannya 3 November 2021 dan menyebut lokasi sirkuit akan ditetapkan akhir November 2021.
"Kemungkinan penentuan (lokasi sirkuit) akhir November sudah ditentukan," ujar Gunung.
Terakhir, Senin 15 November kemarin Gunung kembali merevisi pernyataannya dan menyebut penentuan letak sirkuit Formula E ditunda kembali hingga Desember 2021.
"Venue on progress, beberapa alternatif sedang dipelajari FEO dan Insya Allah akan diputuskan paling lambat akhir Desember 2021," ucap Gunung, Selasa (16/11/2021).
Pada awalnya, lokasi lintasan balap ditargetkan sudah ditetapkan pada akhir Oktober 2021 lalu.
Namun, rencana tersebut mundur hingga akhir November dengan alasan perwakilan FEO meminta penjadwalan ulang kunjungan ke Jakarta pada pertengahan bulan ini.
Akhirnya, rencana itu ternyata mundur lagi hingga akhir tahun 2021 mendatang.
"FEO akan segera finalkan (lokasi balap Formula E)," ucapnya.
Dengan begitu, DKI hanya punya waktu kurang 6 bulan untuk mengebut pembangunan sarana dan prasarana pendukung balap.
Baca juga: Anies Baswedan Temui Ketua PWNU Jatim, Pengamat Sebut Minta Restu Maju Pilpres 2024: Safari Politik
Baca juga: Usai Sebut Anies Pembohong, Elektabilitas Giring Sebagai Capres Melejit, Kalahkan Puan dan Mahfud MD
Lantaran, DKI direncanakan bakal menggelar Formula E pada awal Juni 2022 mendatang.
Meski terus dikejar waktu, Gunung optimis seluruh sarana dan prasarana pendukung Formula E bisa rampung tepat waktu.
"Kami masih punya cukup waktu untuk mempersiapkan gelaran Jakarta ePrix ini," ucapnya.
Wagub DKI Berharap Presiden Jokowi Dukung Gelaran Formula E di Jakarta
Pemprov DKI Jakarta berharap pemerintah pusat dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo mendukung rencana penyelenggaraan Formula E Jakarta 2022.
Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menanggapi pernyataan Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo yang menyebut Presiden Jokowi menantang pembalap Sean Gelael ikut Formula E di Jakarta.
"Prinsipnya semua kegiatan atau program yang dibuat pemerintah pusat maupun yang dibuat pemda mendapat dukungan yang sama," ujar Ahmad Riza Patria, Jakarta, Senin (15/11/2021) malam.
Wagub asal Partai Gerindra ini mengatakan, sudah seharusnya pemerintah pusat dan daerah bersinergi dalam penyelenggaraan even olahraga bertaraf internasional seperti Formula E.
Dengan begitu, rencana program pemerintah pusat ataupun daerah tersebut dapat terlaksana dengan baik.
"Kalau pemerintah pusat punya program tentu sebaiknya Pemda mendukung program pemerintah pusat. Terjadi sinergi," ujarnya di Balai Kota.
Baca juga: Bantah Minta Dukungan, Anies Malah Diperkenalkan Sebagai Capres oleh Ketua PWNU Jatim
Baca juga: Ini Sosok yang Bakal Diusung Partai Golkar pada Pilgub DKI 2024, Bukan Anies Baswedan
"Begitu juga sebaliknya, program yang dibuat pemda mendapat dukungan dari pemerintah pusat dan juga dukungan masyarakat," sambungnya.
Wagub yang karib disapa Ariza ini juga mengatakan, Pemprov DKI Jakarta saat ini tengah menjajaki kerja sama dengan pihak swasta melalui mekanisme sponsorship untuk penyelenggaraan Formula E berikutnya.
Diharapkan nantinya pembiayaan Formula E tidak lagi menggunakan APBD Pemprov DKI Jakarta.
"Terkait pembiayaan, ke depan pembiayaan kegiatan melalui partisipasi publik, dari masyarakat, dari swasta," kata Ariza.
(TribunnewsBogor.com/Kompas.com)