Breaking News:

Rencana Kenaikan Cukai Rokok, Pengangguran Berpotensi Meningkat

menurut dia, pemerintah sebaiknya mempertimbangkan kondisi perekonomian masyarakat yang masih dalam tahap pemulihan.

Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Ilustrasi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Rencana pemerintah menaikkan Cukai Hasil Tembakau (CHT) atau cukai rokok pada tahun depan dinilai akan memunculkan gelombang permasalahan baru, salah satunya berpotensi meningkatkan pengangguran.

Ketua Bidang Media Center Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) Hananto Wibisono mengatakan, keberlangsungan tenaga kerja di Industri Hasil Tembakau (IHT) menjadi terancam apabila kenaikan cukai rokok benar dilakukan pada 2022.

Menurut dia, pemerintah sebaiknya mempertimbangkan kondisi perekonomian masyarakat yang masih dalam tahap pemulihan.

“Kalau kita melihat dan mencoba memotret masyarakat, khususnya petani tembakau, IHT dan konsumen sangat terdampak pandemi. Bagaimana kalau ditambah kenaikan cukai? Akan banyak pengurangan tenaga kerja dan pengangguran baru,” ujarnya, Selasa (16/11/2021).

Hananto menjelaskan, rencana kenaikan cukai akan memukul IHT, khususnya segmen Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang padat karya dan banyak memperkerjakan tenaga kerja perempuan dengan tingkat pendidikan dasar.

Selain itu, dia menilai, kenaikan cukai juga akan mengerek harga rokok, sehingga mengakibatkan turunnya jumlah permintaan.

"Pabrikan pun akan mengurangi produktivitas yang berimbas pada pengurangan tenaga kerja yang terlibat di IHT, khususnya segmen SKT," katanya.

Tak hanya itu, dia menambahkan, penurunan produktivitas bisa menyebabkan permintaan pasokan tembakau dan cengkih berkurang hingga berpotensi menurunkan kesejahteraan petani tembakau dan cengkeh.

“Jadi, dampaknya dari hulu sampai hilir, yang terancam di tingkatan buruh, pengurangan tenaga kerja bisa terjadi. Pemerintah seharusnya berkaca pada kenaikan cukai pada 2020 lalu, di mana dampak pada elemen-elemen buruh dan petani jelas terlihat,” pungkas Hananto.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok tahun depan direncanakan bakal naik.

Tapi, besaran tarifnya belum disepakati, sebab pemerintah masih mengkaji dampak kebijakan fiskal tersebut terhadap beberapa aspek pertimbangan.

"Seperti disampaikan untuk CHT ada target kenaikan, seperti biasa kami akan memberikan penjelasan mengenai kebijakan CHT begitu kami sudah merumuskan mengenai beberapa hal dalam penetapan tarif CHT," kata Menkeu saat Konferensi Pers Nota Keuangan dan RUU APBN 2022, Senin (16/8/2021).

(Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved