Breaking News:

Indonesian Breeder Award

Sabet Penghargaan Indonesian Breeder Award, Nugraheni Vita Rachma Sebut Petani Jadi Sumber Inspirasi

Salah satunya pemulia tanaman asal Purwakarta, Jawa Barat Nugraheni Vita Rachma seorang pemulia sayuran.

TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas
Nugraheni Vita Rachma pemulia sayuran, pemulia tanaman asal Purwakarta, Jawa Barat berfoto dengan sayurannya pada Penghargaan Indonesian Breeder Award ke-2 Tahun 2021 di Internasional Convention Center (IICC), Botani Square Mall, Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Penghargaan Indonesian Breeder Award ke-2 Tahun 2021 oleh PT East West Seed Indonesia (EWINDO) bekerja sama dengan IPB University dan Perhimpunan Ilmu Pemuliaan Indonesia (PERIPI) diberikan kepada 10 orang pemulia tanaman di Indonesia.

Salah satunya pemulia tanaman asal Purwakarta, Jawa Barat, Nugraheni Vita Rachma seorang pemulia sayuran.

Vita mengatakan penghargaan ini merupakan yang pertama kalinya didapatkan.

"Sudah ditekuni dari tahun 2002 dan terinspirasi dari petani-petani sayuran," ungkapnya kepada TribunnewsBogor.com, di Ballroom 3 IPB Internasional Convention Center (IICC), Botani Square Mall lantai 1, jalan Raya Pajajaran No.40, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa (16/11/2021).

Vita yang berasal dari kelompok Economic Benefit mendapat penghargaan pemulia tanaman untuk pertama kalinya.

Terdapat sepuluh orang dari tujuh kelompok pemulia tanaman dari Indonesia yang mendapat penghargaan.

Vita mengungkapkan pemulia tanaman itu gabungan antara seni dan ilmu pengetahuan.

"Karena seni ada kreasi dalam mengembangkan sebuah varitas dari problematika yang ada di petani, tapi melibatkan ilmu pengetahuan juga seperti genetika, agronomi dan ilmu tanah untuk mengetahui permasalahan petani itu akarnya dari mana," jelasnya.

Pemulia tanaman pada zaman yang akan datang harus beradaptasi dengan perkembangan zaman karena menurut Vita populasi penduduk akan berpindah sebanyak 65 persen di urban.

Ia menampakkan penghargaan ini untuk petani karena menjadi sumber inspirasi, kalau tidak ada petani maka pemulia tidak akan tergerak.

"Penghargaan ini juga untuk para pemulia muda khususnya wanita, ajakan juga untuk masyarakat, karena pemulia sudah jarang peminatnya apalagi di dunia pertanian," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved