Berdalih Tanya Alat Kelamin, Perbuatan Bejat Dosen Ini Buat Warga Sekampung Murka : Jebol Juga

Pelaku pencabulan diketahui merupakan tetangga korban, yakni seorang pemuda berinisial F (27) yang berprofesi sebagai dosen.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Soewidia Henaldi
Kolase Shutterstock / Warta Kota
Ilustrasi - Seorang gadis di bawah umur berkali-kali diperlakukan tak senonoh oleh ayah tirinya. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Belasan bocah laki-laki di Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan jadi korban pencabulan.

Pelaku pencabulan diketahui merupakan tetangga korban, yakni seorang pemuda berinisial F (27) yang berprofesi sebagai dosen.

Dalam melancarkan aksinya, F mengiming-imingi belasan korbannya dengan top up game online.

Baru setelah itu, korban para korban dilecehkan oleh pelaku.

Dilansir dari Wartakotalive.com Selasa (16/11/2021), perbuatan pelaku diketahui setelah salah satu anak menanyakan soal alat kelamin kepada ibunya.

Hal itu pun memunculkan curiga dari sang ibunda hingga akhirnya terkuak perbuatan bejat pelaku.

Salah satu warga setempat dihubungi Wartakotalive.com, Aries menjelaskan motif yang dilakukan pelaku untuk mencabuli para korbannya.

"Jadi, mereka (korban) diiming-imingi voucher top-up game online dengan harga yang murah. Tapi dengan alasan, dilihat dulu sudah sunat atau belum?,” ujar Aries.

Tak tanggung-tanggung, sudah ada 15 bocah laki-laki yang diduga menjadi korban pelecehan seksual F.

Ketua RW setempat Raden Taufik menuturkan, awalnya ada seorang anak yang bertanya kepada ibunya terkait alat kelamin.

Baca juga: Update Kasus Dugaan Pencabulan Tiga Anak di Luwu Timur, Polri Buka Penyelidikan Baru

Baca juga: Desak Polisi Buka Lagi Kasus di Luwu Timur, Istana Minta Pelaku Pencabulan Anak Tak Dibela

Sontaks aja hal itu pun membuat ibunya curiga dan menggali lebih dalam pembicaraan anaknya.

Sampai akhirnya sang anaknya menyebut bahwa seorang pria inisial F (27) telah bertindak asusila terhadapnya.

"Anaknya tanya, kelamin itu selain air seni keluar apa lagi. Ya pokoknya begitu lah, akhirnya disebut nama pelaku," ujar Raden.

Saat ditelusuri, rupanya bukan hanya satu anak yang menjadi korban pelecehan seksual di wilayah tersebut.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved