Breaking News:

IPB University

Dosen Sekolah Vokasi IPB University Gelar Pelatihan CPPB-IRT dan Halal Industri Rumah Tangga

Kegiatan ini bertujuan untuk membekali IRTP dengan pengetahuan tentang CPPB-IRT dan halal guna meningkatkan daya saing IRTP

IPB University
Dosen IPB University dari Sekolah Vokasi memberikan pelatihan Cara Produksi Pangan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT) dan halal kepada pemilik dan karyawan Industri Rumah Tangga Pangan 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Dosen IPB University dari Sekolah Vokasi memberikan pelatihan Cara Produksi Pangan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT) dan halal kepada pemilik dan karyawan Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP)  Sisuka Snack, Cake and Cookies, Kelurahan Cimahpar, Kota Bogor.

Kegiatan ini bertujuan untuk membekali IRTP dengan pengetahuan tentang CPPB-IRT dan halal guna meningkatkan daya saing IRTP dalam menghasilkan produk pangan yang aman dan bermutu.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program dosen mengabdi yang melibatkan empat orang dosen yaitu Rianti Dyah Hapsari, Ai Imas Faidoh, Neny Mariyani, dan M Agung Zaim, serta mahasiswa Tasya Nurfadila, dan alumni Puja Ahmad Maulana.

Ai Imas Faidoh menyampaikan bahwa untuk memproduksi pangan yang bermutu dan aman, IRTP harus menerapkan cara produksi pangan yang baik.

“Aturannya ada di PerkaBPOM nomor HK.03.1.23.04.12.2206 tahun 2012 tentang CPPB-IRT. Peraturan tersebut mencakup lokasi dan lingkungan produksi, bangunan, fasilitas, peralatan produksi dan aturan lainnya," ujarnya.

Selain itu, Neny Mariyani menekankan bahwa kesehatan dan higiene karyawan harus diperhatikan.

Ini untuk menjamin bahwa karyawan yang kontak langsung maupun tidak langsung dengan pangan, tidak menjadi sumber pencemaran terhadap produk pangan.

“Maka dari itu pelaku usaha harus menyediakan fasilitas cuci tangan yang cukup dan mudah terjangkau, menyediakan fasilitas sanitasi yang dilengkapi dengan sabun cair dan tisu/pengering tangan, serta menyediakan hand sanitizer pada titik-titik peralatan yang digunakan bersama. Selain itu, pelaku usaha diharapkan memiliki prosedur untuk monitoring kesehatan karyawan dan terus mengingatkan karyawan untuk menerapkan praktik higiene yang baik,” imbuhnya.

Rianti Dyah Hapsari menambahkan bahwa kemasan pangan IRT perlu diberi label yang jelas dan informatif untuk memudahkan konsumen dalam memilih, menangani, menyimpan, mengolah, dan mengonsumsi pangan.

Label pangan IRT sekurang-kurangnya memuat nama produk, komposisi, berat bersih atau isi bersih, nama dan alamat IRTP, tanggal, bulan, dan tahun kedaluwarsa, kode produksi, dan nomor P-IRT. Selain itu, label pangan IRT tidak boleh mencantumkan klaim kesehatan atau klaim gizi.

Terkait halal, M Agung Zaim menjelaskan bahwa terdapat sebelas kriteria sistem jaminan halal.

Yaitu kebijakan halal, tim manajemen halal, pelatihan dan edukasi, bahan, produk, fasilitas produksi, prosedur tertulis aktivitas kritis, kemampuan telusur, penanganan produk tidak memenuhi kriteria, audit internal dan manajemen review.

“Manajemen puncak harus menetapkan kebijakan halal dan mensosialisasikan kebijakan halal tersebut kepada seluruh stakeholders IRTP. Kebijakan halal ini merupakan bentuk tertulis komitmen IRTP dalam menghasilkan produk halal secara konsisten,” pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved